Informasi

14 Februari, Pedagang Pasar Yos Sudarso Asmat Dipindahkan ke Pasar Dolog

14 Februari, Pedagang Pasar Yos Sudarso Asmat Dipindahkan ke Pasar Dolog

Bupati Asmat Elisa Kambu, S.Sos ketika berdialog dengan pedagang Pasar Jalan Yos Sudarso.

 

ASMAT - Semua pedagang sembako yang berjualan di sepanjang Jalan Yos Sudarso Asmat akan dipindahkan ke pasar Dolog, mulai tanggal 14 Februari. Hal ini disampaikan Bupati Asmat Elisa Kambu, S.Sos ketika bertatap muka dengan ratusan pedagang di Aula Ja Asaman Apcamar, Selasa (17/1).

Dalam tatap muka tesebut juga dihadiri, Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Hallason F. Simurat, S.STP.,M.Si, Kepala Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Jasmin Basir, M.Si, Anggota DPRD Komisi B Prayogo, SIP, dan Benedictus Wusir, S.Pd.

Pemindahan pedagang sembako yang berada di Jalan Yos Sudarso ke Pasar Dolog untuk menciptakankeindahan di Kota Agats. Sebab kata bupati, Agats bukan lagi sebuah kampung, sehingga menciptakan kota yang indah merupakan tanggungjawab bersama. Karena kedepannya, semakin banyak wisatawan macanegara maupun domestik yang akan berkunjung di Asmat, karena kabupaten ini dikenal sebagai kota budaya.

“Itu sebabnya kita sepakat secara bertahap untuk membersihkan kota ini agar terlihat indah,” katanya.

Pemindahan pedagang ini juga sebagai salah satu bentuk usaha Pemkab Asmat untuk membuat satu pusat perekonomian. Sehingga bupati meminta kepada siapa saja agar dapat berbelanja kebutuhan dapur di Pasar Dolog.

“Pasar Dolog itu nantinya sebagai pusat perekonomian, “ tuturnya.

Batas waktu yang diberikan kepada pedagang untuk berjualan di sepanjang Jalan Yos Sudarso hingga tanggal 10 Februari. Setelah tanggal tersebut, bupati meminta kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan pengawasan. Bila mendapati pedagang yang masih berjualan, maka harus ditertibkan.

“Semua pedagang sembako semuanya masuk di Pasar Dolog, kecuali pedagang pakaian saja yang boleh berjualan di sepanjang Jalan Yos Sudarso,” jelasnya.

Bupati meminta, bagi pedagang yang mendapatkan tempat di Pasar Dolog agar digunakan untuk berjualan, bukan untuk dijadikan tempat tinggal.

Tak hanya itu, pedagang juga tidak menjadikan tempat tersebut sebagai tempat berjualan minuman beralkohol atau pusat perjudian. Bila kedapatan, maka sudah tentu akan dikeluarkan dari pasar, dan tempatnya akan diberikan kepada pedagang lain.

“Jangan jadikan tempat di pasar tersebut untuk berjualan minuman beralkoh, main judi atau jual togel,” tuturnya.

Menyangkut soal keamanan pasar, menurut bupati pihaknya akan bekerjasama dengan TNI, sehingga pedagang tidak perlu khawatir soal barang dagangan mereka.

“Menyangkut keamanan pasar nantinya akan dijaga oleh aparat TNI dari Satgas Yalet,” katanya.

Bupati berharap, para pedagang bisa menerima kebijakan pemerintah ini. Karena apa yang dilakukan pemerintah saat ini untuk menjadikan Kota Agats yang indah dan bersih, sehingga enak dipandang mata ketika orang berkunjung di kota ini.

“Saya sadari tentunya ini sakit dihati pedagang, tapi mari kita yang tinggal di kota ini bersama-sama untuk menciptakan kota ini yang bersih dan indah,” pinta bupati. (Sapa)

Copyright © 2019 - Pemerintah Kabupaten Asmat