Informasi

2018, PUPR Bangun Enam Reservoir di Asmat

2018, PUPR Bangun Enam Reservoir di Asmat

 
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Asmat, Hendrawan.
 

ASMAT | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membangun enam bak cadangan air (reservoir) di Kabupaten Asmat, tahun ini. Proyek penampungan air baku tersebut dikerjakan di Distrik Agats dan Fayit.

 

“Rencananya sembilan, tapi dibangun enam dulu tahun ini. Lima unit di Agats dan satu di Fayit. Untuk Distrik Agats antara lain di Kampung Kaye, rumah sakit dan Kampung Yepem. Tiga unit lagi rencananya tahun depan, antara lain di Distrik Atsy dan Pantai Kasuari,” kata Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Asmat, Hendrawan, Kamis (26/4).

 

Dikatakan, dana proyek bak penampungan air bersih itu bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan dikerjakan oleh PT. Nindia Karya. Fisik reservoir yang dibangun serupa dengan yang dibangun oleh Pemkab Asmat.

 

“Nilai anggarannya kami belum dikasih tahu. Kami sebatas koordinasi. Bentuknya hampir sama dengan yang dibangun pemda. Jadi pilot project-nya yang kita bangun. Mereka mengikuti itu dengan beberapa inovasi supaya lebih bagus,” kata Hendrawan.

 

Menurut dia, Pemkab Asmat sendiri telah membangun satu reservoir pada 2016 lalu dengan sumber anggaran dari dana Otonomi Khusus sekitar Rp4,9 miliar. Bak tersebut berada di Kampung Kaye, dan cukup membantu masyarakat.

 

“Bisa membackup kebutuhan masyarakat selama 50 hari. Kalau 1-2 minggu saja tidak turun hujan, masyarakat Agats sulit mendapatkan air minum. Sumber air minum kita dari Kampung Kaye dan air hujan,” ungkapnya.

 

Selain reservoir, kata dia, pemerintah setempat juga membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan sumber air dari Kampung Yepem. Hanya saja SPAM tersebut belum dapat dioperasikan secara maksimal, karena banyak pipa yang bocor.

 

“Kita hanya alirkan ke beberapa tempat umum yang dirasa perlu, strategis. Contohnya di rumah sakit, sekolah dan tempat ibadah,” tuturnya.

 

Ia menambahkan, ketika distribusi air dari SPAM mengalami kendala, masyarakat Agats bergantung pada reservoir yang ada. Air baku dari reservoir tersebut hanya dialirkan ke hidran umum.

 

“Kalau kita alirkan melalui pipa, takutnya cepat habis karena cenderung digunakan untuk air mandi. Sementara itu dikhususkan untuk air minum. Kita harap yang dibangun pemerintah pusat cepat selesai, sehingga itu membantu kebutuhan air minum di Agats,” imbuhnya. (seputarpapua.com)

Copyright © 2019 - Pemerintah Kabupaten Asmat