Informasi

Aspirasi Pemekaran Kabupaten Safan Menguat

Aspirasi Pemekaran Kabupaten Safan Menguat

Bupati Asmat, Elisa Kambu, S.Sos  kiri dan kanan Ketua DPRD Kabupaten Asmat , Yusak Bokowi serta para pejabat sebelum diberkati secara khusus para pendeta dan gembala umat

 

ASMAT - Aspirasi lima rumpun suku di wilayah  selatan ingin memekarkan Kabupaten Asmat dan membentuk Kabupaten Safan semakin menguat. Menguatnya aspirasi pemekaran Kabupaten Safan itu sudah terbentuk tim kajian akademik dari Universitas Cendrawasih (UNCEN) yang diketuai, Profesor Agustinus Yonatan Fatem. 

 

“Aspirasi itu sudah lama. Tokoh-tokoh dari lima rumpun suku pun sudah terbentuk dan sudah sepakat menyerahkan alat perang berupa busur kepada tim kajian akademik untuk ikut bersama kami mewujudkan Kabupaten Safan,” kata Ketua Wilayah GIDI Kabupaten Asmat, Pdt. Yasyer Bahakap, Sabtu (11-2) lalu.

 

Ribuan jemaat GIDI yang hadir merayakan Ultah GIDI ke 56 pun tidak henti-hentinya meneriakan permintaan dukungan dari  Ketua DPRD Kabupaten Asmat, Yusak Bokowi menyetujui pemekaran Kabupaten Asmat. 

 

“Kami tidak mau dengar pernyataan lain. Kami hanya ingin mendengar Ketua DPRD Asmat setuju permintaan kami mekarkan Kabupaten Asmat,” teriak para jemaat  disela-sela Ketua DPRD Kabupaten Asmat, Yusak Bokowi menyampaikan selamat atas Ultah GIDI yang ke 56.

 

Yusak Bokowi menyampaikan selama dirinya masih hidup. Ia mengaku selalu bersama dan mengikuti apa yang diinginkan masyarakat.

 

“Saya masih ada. Dan saya juga anak Sawi. Apa yang masyarakat inginkan saya akan berjuang bersama dengan Bupati Asmat, terima kasih.   Selamat atas Ultah GIDI yang ke 56,” katanya disambut teriakan gegap gempita warga masyarakat.

 

Bupati Asmat, Elisa Kambu, S.Sos menegaskan, aspirasi memekarkan Kabupaten Asmat sebagaimana yang dikehendaki warga masyarakat bukan bupati dan Ketua DPRD yang menentukan. 

 

“Saya perlu sampaikan secara tegas. Penentuan Kabupaten itu akan hadir atau tidak bukan saya dan Yusak. Tetapi, saya dan Yusak akan berjuang bersama masyarakat Safan mewujudkan itu,” tegasnya dalam sambutannya dan berterima kasih atas dukungan warga memilih dan mendukung dirinya dan Wakil Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo pada Ultah GIDI ke 56 dan ucapan syukur setahun kepemimpinanya bersama Wakil Bupati Asmat, Minggu (12-2) malam.

 

Ia menyampaikan, tugasnya selaku anak Safan mewujudkan aspirasi itu sudah mendatangkan tim kajian akademik dan menyiapkan berbagai persyaratan untuk membentuk suatu daerah otonom baru.

 

“Tugas saya sudah jelas. Saya sudah datangkan tim kajian dihadapan kamu semua. Hanya saya minta semua bapa dan mama bersatu tidak ada yang marah dan bertengkar melainkan berdoa, berdoa dan berdoa. Itu tugas bapa mama berdoa. Karena berkat doa orang benar tidak pernah bisa dihalangi oleh tembok apapun,” ujarnya.

 

Dikatakannya, mewujudkan pemekaran Kabupaten Asmat kalau sudah siap kajian akademiknya. Delegasi dari masing-masing rumpun akan bersama-sama ke Jakarta untuk menyerahkan dokumen itu dan berjuang menghadirkan Kabupaten Safan. 

 

“Kita tidur di Jakarta untuk memperjuangkan sampai Kabupaten itu terwujud. Kalau Jakarta tidak mau kita tidak usah pulang, tidur terus di Jakart ka sampai Kabupaten Safan itu jadi dan hadir di tanah Sawi. Tetapi, sekali lagi saya minta seluruh warga masyarakat berdoa supaya tembok-tembok dan segala hambatan di Jakarta bisa runtuh dan Kabupaten Safan Jadi, percaya tidak kuat sebuah doa,” teriaknya disahut warga:”Amin.” (Sapa)

Copyright © 2019 - Pemerintah Kabupaten Asmat