Informasi

BPK Evaluasi Pengelolaan Kuangan Asmat

BPK Evaluasi Pengelolaan Kuangan Asmat

 

Kepala SKPD, Bendahara dari setiap SKPD sedang mengikuti Evaluasi Pengelolahan Kekuangan Asmat Papua / Foto Sergi

ASMAT – Bupati Asmat, Elisa Kambu, S.Sos mempersilahkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Propinsi Papua  mengevaluasi laporan pengelolaan keuangan Kabupaten Asmat sesuai amanat undang-undang dan mengevaluasi secara profesional.

 

“Saya dan Pa Thom dan seluruh SKPD, Sekretaris, pengelola keuangan dan bendahara-bendahara sudah siap. Karena, kami sangat yakin BPK memeriksa pengelolaan keuangan Kabupaten Asmat 2016 sesuai amanah undang-undang pengelolaan keuangan negara dan bekerja secara professional. Dan selain itu, saya sangat yakin BPK pula  akan memberikan penilaian sesuai dengan hasil kerja dan kemampuan kami dari masing-masing SKPD di Kabupaten Asmat,” katanya sembari mengucapkan selamat datang kepada Ketua tim dan anggota tim BPK RI perwakilan Propinsi Papua di Kabupaten Asmat, di Aula Ja Asamanam Ap Camar Asmat, Kamis (6/4) siang.

 

Ia menyebutkan, laporan keuangan Kabupaten Asmat sudah disampaikan kepada Perwakilan BPK RI Propinsi Papua tentang apa yang kami ketahui, apa yang dikerjakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada. 

 

“Bagian kami sudah selesai. Kami serahkan sepenuhnya kepada Ketua tim dan anggota BPK RI Perwakilan Propinsi Papua untuk mengevaluasi secara profesional sesuai dengan kewenangan BPK. Tapi, satu yang kami yakini bahwa teman-teman dari BPK akan secara professional memeriksa, mengevaluasi dan memberikan penilaian terhadap apa yang kami sajikan melalui laporan Pemda Asmat tahun anggaran 2016,” ujarnya.

 

Dia juga menyampaikan, dari seluruh Kabupaten di seluruh Propinsi Papua, Kabupaten Asmat yang mendahului semua Kabupaten menyerahkan LKPD tahun anggaran 2016. “Kita semua bersyukur ini bukan karena kehebatan atau kemampuan kita. Tetapi ini semua atas berkat dan perkenan Tuhan kepada kita semua, Kabupaten Asmat menjadi Kabupaten pertama yang menyerahkan LKPD sekabupaten di Propinsi Papua. Maka rasa sykur itu kita wujudkan dalam bentuk komunikasi dan memberikan laporan apa yang kita lakukan dan kita kerjakan kepada teman-teman tim dari BPK untuk memberikan evaluasi dan pendapat mereka tentang LKPD kita. Untuk itu, saya minta kita semua bekerja sama dengan tim. Karena kita tidak bisa  mengharapkan opini itu datang dari tim BPK, tetapi kita yang berjuang dari hasil kerja kita,” pintanya disambut tepuk tangan meriah Kepala SKPD dan para Bendahara dari masing-masing SKPD.

 

Dikatakannya tiap tahun itu ada perubahan fokus pemeriksaan dan evaluasi dari tim BPK. “Saya tidak tahu tahun ini fokusnya dimana. Maka, saya minta kewajiban kita memberikan informasi seluruh apa yang kita tahu dan kerjakan sesuai fokus pemeriksaan dan evaluasi dari teman-teman BPK. 

 

Maka pimpinan setiap SKPD, Bendahara dan pejabat pembuat komitmen harus selalu ada dan wajib memberikan informasi dan data kepada tim pemeriksa. 

 

Maka saya minta kita harus bisa pastikan data yang kita sajikan dan kita tahu itu wajib diberikan kepada tim BPK. Maka semua pejabat semua harus berada di tempat. Ini sesuai pengalaman selama ini,” katanya seraya berkata: “Jangan memberi beban kepada teman-teman tim dan mengganggu suasana kebatinan mereka. Dan kalau tidak ada yang pas, manfaatkan kesempatan untuk bertanya. Sehingga, kita tidak kalah dengan mereka yang ada di kota. Dan saya minta pa Sekretaris, Kepala BPKAD dan Inspektorat kawal ini untuk menemani teman tim BPK.”

 

Sementara Ketua Tim BPK RI Perwakilan Propinsi Papua, Samuel Silitonga menyampaikan, selain evaluasi laporan keuangan Pemda Asmat tahun anggaran 2016 yang akan dievaluasi dan diperiksa laporannya. Kali ini fokus pemeriksaan dan evaluasi itu khusus pemanfaatan dan laporan Dana Bos dan Dana Desa. 

 

“Kali ini tim akan fokus mengevaluasi dan memeriksa laporan dan penggunaan Dana Bos dan Dana Desa. Sehingga, kami berharap informasi dan data pemanfaatan Dana Bos dan Dana Desa kita bisa lihat dan evaluasi secara bersama. Saya perlu sampaikan fokus kali ini di dua hal tersebut,” ujarnya.

 

Pada saat yang sama, Sekda Asmat, Barholomeus Bokoropces, S.Sos, M.Dev, M.Ec meminta secara khusus kepada seluruh Bendahara dan Kasubag Keuangan, serta pejabat pembuat komitmen selalu berada di tempat dan bersedia memberikan seluruh informasi, data, dan laporan yang dibutuhkan para tim BPK.

 

“Saya minta sesuai dengan komitmen pa Bupati dan Pa Wakil Bupati kita semua diajak untuk mewujudkan komitmen itu untuk memberikan data yang dibutuhkan tim BPK. Sehingga, proses evaluasi para tim BPK berjalan lancar dan aman. Dan apa yang kita harapkan penilaian seperti tahun-tahun sebelumnya laporan keuangan Pemda Asmat selalu mendapat penilaian WTP. Jadi kita bekerja keras untuk mempertahankan penilaian WTP itu untuk tahun ini lagi,” katanya.

 

Dari data yang dihimpun media ini, tim BPK RI Perwakilan Propinsi Papua itu tiba di Asmat sejak 5 April 2017 malam dan terdiri dari 5 orang yang akan melakukan evaluasi dan memeriksa laporan keuangan Pemda Asmat tahun anggaran 2016. (Sapa)

Copyright © 2019 - Pemerintah Kabupaten Asmat