Informasi

BPS Akui Masyarakat Belum Memahami Tujuan Pendataan

BPS Akui Masyarakat Belum Memahami Tujuan Pendataan 

Ilustrasi

 

 

ASMAT - Dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) sebagai pendata khusus tingkatan perekonomian masyarakat, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Asmat mengakui, masih menemui kendala yang disebabkan oleh masih adanya aparat dan masyarakat kampung yang belum memahami maksud dan tujuan dari pendataan tersebut. Sehingga ketika ada petugas yang datang, langsung ditolak dengan alasan tidak memberikan dampak yang menguntungkan mereka. 

 

"Ada aparat kampung yang menolak untuk didata, karena dianggap tidak ada hasilnya. Mereka bilang untuk apa didata kalau tidak ada dampak menguntungkan buat mereka,"kata Kepala BPS Asmat, Sugianto, S. ST ketika ditemui Salam Papua di Kantornya di Jalan Safat, Senin ( 20/2).

 

Ia mengatakan, pendataan yang dilakukan BPS, bukan hanya untuk mendata kondisi sosial perekonomian, namun juga dari segi pendidikan serta dampak kemajuan pembangunan yang dilakukan pemerintah setempat atau berindikator kepada kesejahteraan masyarakat. 

 

Selain hal tersebut, kondisi geografis dan jangkauan wilayah juga sangat mempengaruhi proses pendataan. Dijelaskan, pihaknya menjalankan tugas untuk memantau atau memotret seluruh kondisi serta dampak pembangunan pemkab yang meliputi berbagai aspek. Dalam survei ini memberikan jawaban bagi mereka dalam mengetahu sejauh mana hasil dari proses pembangunan yang dilakukan pemerintah serta sudah dirasakan secara penuh oleh masyarakat atau pun sebaliknya. 

 

"Nanti secara potret kita bisa dapat, apakah dari bidang pendidikan sudah dirasakan masyarakat atau tidak. Begitu juga dengan bidang lain,"ungkapnya. 

 

Berkaitan dengan banyaknya bidang pensurveian yangbakan dilakukan, pihaknya menjadwalkan pendataan per semester sehingga bisa terealisasi secara keseluruhan dari masing - masing bidang atau aspek. 

 

Kata dia, saat ini pihaknya sedang menjalankan pelatihan kepada seluruh petugas lapangan sehingga bisa selaras dalam pengisian kuisioner sehingga konsep dan hasil yang diperoleh bisa sama. Hal ini juga dilakukan sehingga bisa memberikan pemahaman bagi petugas bahwa, memang secara sepintas pengisian formulir pendataan tersebut sangat muda, namun harus memiliki ketelitian agar tidak terjadi pengulangan. 

 

"Sebelum terjun ke lapangan, kami biasanya lakukan pelatihan terdahulu kepada para petugas. Pengisian formulir itu memang kalau dilihat sangat mudah, tapi butuh ketelitian,"ujarnya. 

 

Ia menambahkan, untuk mempermuda pendataan pihaknya bermitra bersama para Guru pada masing - masing distrik atau kampung sebab para guru lebih memiliki kedekatan bersama masyarakat serta menguasai wilayah tersebut. 

 

"Kami jalin kerja sama dengan para guru yang bertugas di wilayah yang akan kami tujui. Guru itu lebih dekat dengan masyarakat dan menguasai wilaya,"ungkapnya. (Sapa)

Copyright © 2019 - Pemerintah Kabupaten Asmat