Informasi

Dinkes Papua Kirim Dua Ton Makanan Tambahan ke Asmat

Dinkes Papua Kirim Dua Ton Makanan Tambahan ke Asmat

Dinkes Papua Kirim Dua Ton Makanan Tambahan ke Asmat
 

JAYAPURA | Dinas Kesehatan Papua segera mengirim sebanyak dua ton makanan tambahan ke Kabupaten Asmat untuk diberikan kepada warga di kawasan perkampungan yang dilaporkan banyak anak-anak yang meninggal dunia akibat campak dan gizi buruk.

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Silvanus Sumule kepada Antara di Jayapura, Senin (15/1), mengatakan makanan tambahan itu dijadwalkan akan diterbangkan dari Sentani ke Agats, Ibu Kota Kabupaten Asmat, menggunakan pesawat philatus porter milik AMA.

Dua ton makanan tambahan itu nantinya diangkut dalam dua kali penerbangan, dan setibanya di Agats akan langsung didistribusikan ke warga yang sangat membutuhkannya.

"Memang dari laporan yang diterima ada warga khususnya anak-anak yang meninggal akibat kekurangan gizi dan campak," ujarnya.

"Kami masih menunggu laporan lanjutan dari Dinas Kesehatan Asmat, namun sambil menunggu, makanan tambahan dikirim ke sana," sambung Silvanus.

Menurut dia, tim kesehatan terpadu juga akan diterjunkan ke Asmat.

Tim terpadu yang juga melibatkan tim medis dari kepolisian dan TNI akan diterjukan ke lokasi yang dilaporkan ada korban meninggal dunia. Sementara itu Kabid Dokkes Polda Papua Kombes Pol dr Raymond secara terpisah mengatakantim kesehatan gabungan yang akan diterjunkan ke Asmat berasal dari berbagai unsur termasuk Dinas Kesehatan dan TNI.

Bahkan TNI sudah mengerahkan tim kesehatannya dari Mabes TNI yang saat ini sudah berada di Timika.

"Tim dari Mabes TNI itu akan bergabung dengan tim dari Pemprov Papua yang akan ke Timika, pada Selasa (16/1), sebelum disebarkan ke kampung kampung di Asmat yang membutuhkan penanganan serius," kata Kombes dr.Raymond.

Dari data sementara yang dihimpun dari berbagai sumber disebutkan kasus kematian anak yang terjadi di Distrik Pulau Tiga wilayah Nakai tercatat sebanyak empat orang akibat campak.

Di wilayah kampung Kappi dua orang anak meninggal akibat campak, Kampung As tercatat sembilan anak meninggal, Kampung Atat sebanyak 23 anak meninggal.

558 Kasus Campak di Asmat

Dinkes Provinsi Papua mencatat sebanyak 558 kasus campak terjadi di Kabupaten Asmat sejak September 2017 hingga Januari 2018.

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Dinkes Provinsi Papua dr Aaron Rumainum kepada Antara di Jayapura, Senin, mengatakan data terakhir per 13 Januari 2018 yang diperoleh dari RSUD Agats, kasus campak sudah ada sejak September 2017 yakni 34 pasien rawat jalan dan 15 pasien rawat inap.

Pada Oktober 2017 pasien kasus campak rawat jalan 28 orang, rawat inap sebanyak 23 orang. Pada November 2017 pasien rawat jalan 163 orang, rawat inap sebanyak 40 orang.

Selanjutnya pada Desember 2017 pasien rawat jalan karena campak sebanyak 124 sementara rawat inap sebanyak 68 orang. Kemudian, pada 1-11 Januari 2018 pasien rawat jalan karena kasus campak sebanyak 34 orang, sementara rawat inap sebanyak 29 orang.

Jumlah total kasus campak yang terdata sebanyak 558 kasus campak.

Wilayah Kabupaten Asmat merupakan dataran rendah pesisir pantai, rawa-rawa tergenang air, sehingga akses menuju ke tiap distrik menggunakan "speedboat" dan juga akses jaringan telekomunikasi seluler di beberapa distrik juga belum bisa.

"Tidak terdapat akses jalan darat yang menghubungkan satu distrik dengan distrik yang lain, kendaraan yang dipakai adalah 'speedboat' dan 'longboat', kadang-kadang menggunakan kole-kole," ujar Aaron. (Ant/seputarpapua.com)

Copyright © 2019 - Pemerintah Kabupaten Asmat