Informasi

Dishub "Hidupkan" Bandara Perintis di Asmat

Dishub "Hidupkan" Bandara Perintis di Asmat

Dishub "Hidupkan" Bandara Perintis di Asmat
 

ASMAT | Dinas Perhubungan Kabupaten Asmat bakal “menghidupkan" atau mengoperasikan kembali sejumlah bandara perintis yang berada di Kabupaten Asmat pada tahun ini. Beberapa di antaranya yakni, lapangan terbang (lapter) Obio dan Cumoro.

 

Pelaksana tugas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Asmat, Pieter Dallung mengatakan, tahun ini pihaknya bakal membuka kembali bandara perintis di sejumlah distrik guna memudahkan akses transportasi masyarakat. Salah satu lapter perintis yang telah dioperasionalkan yakni di Suru-Suru.

 

“Kita mengandalkan transportasi udara dan laut. Makanya kami membuka lapter perintis di distrik-distrik. Pemda juga mulai mendorng bandara-bandara perintis yang ada, seperti di Suru-Suru itu pesawat sudah landing,” katanya, Senin (23/4).

 

Sementara untuk lapter Obio dan Cumoro rencananya dikembangkan pada tahun 2019 mendatang. Khusus di Obio, pemerintah akan memperpanjang landasan pacu (runway) bandara tersebut. Sedangkan untuk lapter Cumoro diusulkan peningkatan landasan pacu.

 

“Tahun ini baru kita usulkan dua lapter untuk program kegiatan tahun 2019, yakni Obio dan Cumoro. Kalau Suru-Suru sudah beroperional, sudah ada penerbangan rutin itu dari Merauke, Kamur, Ewer dan Suru-Suru,” terangnya.

 

Menurut Pieter, pihaknya mengajukan usulan penambahan lapter perintis melalui musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten, baru-baru ini. Usulan tersebut telah diterima dan selanjutnya akan dibawa ke tingkat provinsi.

 

“Potensi lapter di Asmat sebenarnya ada banyak. Ada di Bayun, Cumoro, Ayip, Kamur dan Suru-Suru. Umumnya, lapter-lapter ini dibangun misi dulu. Kalau tidak salah ada 5 lapter, dan kita ingin aktifkan semuanya agar akses transportasi semakin terbuka,” tuturnya.

 

Sementara untuk Bandara Ewer, tambah Pieter, pemerintah daerah berencana menambah panjang landasan pacu bandara tersebut sepanjang 400 meter. Namun, pemerintah setempat hanya mengalokasikan anggaran senilai Rp21 miliar dari nilai anggaran yang diajukan sebesar Rp70 miliar.

 

“Dari APBD kecil saja, Rp21 miliar. Paling itu hanya untuk stok material dan timbunan. Tapi waktu gubernur kunjungan ke Asmat, sudah dijanjikan untuk dibantu oleh pemerintah provinsi. Kita harap dalam ABT tahun ini sudah bisa direalisasikan,” pungkasnya. (seputarpapua.com)

Copyright © 2019 - Pemerintah Kabupaten Asmat