Informasi

Kusta Bukan Penyakit Keturunan

Kusta Bukan Penyakit Keturunan

Tampak Sr. Maria Dorothea, PRR sedang membagi obat kepada pasien penderita kusta di Kampung Mumugu, di Distrik Sawa Erma, Kabupaten Asmat

 

ASMAT - Ketua Yayasan Alfons Suwada Asmat, Pastor. Hendrik Hada, Pr menegaskan, penyakit kusta bukan penyakit keturunan. Penyakit kusta penyakit menular yang tidak mudah menular pada semua orang. Dan penyakit kusta mengidap pada seseorang disebabkan oleh bakteri kusta. 

 

“Saya dapat katakan bahwa kusta itu bukan penyakit keturunan dan bisa dijelaskan secara medis. Walau saya bukan medis ya,” katanya kepada media ini ketika ditanyai soal asal usul penyakit kusta, di Keuskupan Agat sbelum lama ini.

 

Dia mengakui kalau setiap kesempatan dan sosialisasi warga masyarakat selalu bertanya soal sebab musabab penyakit kusta. Ia mencontohkan: “Apakah penyakit kusta adalah penyakit keturunan atau warisan dan dapat menular?” Apakah penyakit kusta atau orang yang menderita kusta orang yang dikutuk Tuhan, karena melakukan kesalahan atau dosa berat?” Apakah penyakit kusta itu karena akibat seseorang melanggar pemali adat atau karena makan makanan tertentu?”

 

Pertanyaan-pertanyaan itu, dikatakannya menggambarkan bagaimana konsep umum masyarakat tentang penyakit kusta. Konsep itu berdampak pada stigmatisasi pada penderita kusta sebagai orang yang berbahaya dan mengancam kehidupan banyak orang. Maka, penderita kusta harus dihindari atau dikucilkan dari kehidupan masyarakat. Dia mengakui bersyukur warga masyarakat di Mumugu dan beberapa tempat tidak ada stigmatisasi. Dan proses pendekatanan pelayanan kusta di Mumugu, Yayasan Alfons Suwada Asmat mengadakan pendekatan dan melayani penderita kusta di rumah-rumah. Pendekatan seperti ini supaya warga masyarakat sungguh meyakini bahwa penderita kusta tidak diisolasi dan tidak berbahaya.

 

 “Saya sangat yakin penderita tidak diisolasi. Masyarakat bisa lihat dan saksikan sendiri bahwa memang penyakit kusta tidak berbahaya dan tidak perlu diisolasi,” katanya menyakinkan.

 

 Mengapa? Dia menjelaskan, penyakit kusta yang mengidap pada seseorang itu disebabkan bakteri kusta. Penularannya melalui pernafasan dan itu terjadi dalam kontak yang intensif dan berlangsung lama. Kebanyakan orang yang mengena kusta itu, karena kekebalan seluler pada tubuh menurun atau melemah. 

 

Melemahnya seluler disebabkan berbagai faktor. Diantaranya, pola hidup pribadi dan sosial (communal) yang tidak teratur dan tidak sehat. Dengan bahasa lain, katanya penyakit orang miskin yang mengindikatorkan kemiskinan atau sebagai indicator kegagalan pembangunan khususnya dibidang kesehatan.

 

“Saya berpendapat penyakit kusta adalah penyakit sosial yang bukan sekedar masalah bakteri kusta. Kusta adalah puncak es dari berbagai penyakit sosial, ketika hak-hak dasar masyarakat terabaikan pemenuhannya. Maka untuk menyelesaikan masalah kusta harus holistik dan integral,” katanya berpendapat. (Sapa)

Copyright © 2019 - Pemerintah Kabupaten Asmat