Informasi

Lelang Jabatan Terbuka Tak Ada Toleransi

Lelang Jabatan Terbuka Tak Ada Toleransi

Para Peserta saat Mengikuti Tes tertulis

 

ASMAT -  Ketua Panitia Seleksi yang juga Sekda Kabupaten Asmat, Bartholomeus Bokoropces, S.Sos, M.Ec. Dev menegaskan, test terakhir dalam lelang terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) dengan materi presentasi makalah dan wawancara ini yang menentukan kelulusan itu diri sendiri. Karena, penentuan kelulusan sesuai amanat Undang-Undang ASN,  jika dicermati secara seksama tidak ada toleransi. 

 

“Saya berharap temen-teman yang lulus test psikologi bersyukur bisa memasuki test tahap terakhir, yaitu mempresentasikan makalah dan wawancara. Yang tentukan kelulusan bukan PANSEL atau pun tim penguji makalah dan wawancara melainkan diri sendiri. Jadi saya harap kita ikuti test ini sungguh-sungguh,” harapnya dalam acara pembukaan test presentasi makalah dan wawancara yang berlangsung selama dua hari (9 dan 10 -2) dan  diikuti 21 orang pejabat yang lulus test psikologi, di Ruang Rapat Kantor Badan Kepegawaian Kabupaten Asmat, Kamis (9-2).

 

Penempatan formasi jabatan pada masa lalu masih ada kebijakan sana-sani dan  membutuhkan berbagai dipertimbangkan. Kini, kita mengikuti amanat  Undang-Undang ASN dimana rohnya mengharapkan penempatan jabatan dilakukan dengan lelang terbuka. “Itu berarti kita sendiri yang menentukan kelulusan,” ujarnya.

 

Tampak para penguji dalam test terakhir itu dari panitia Universitas Cendrawasih (UNCEN) hadir Profesor Agustinus Yonatan Fatem, Doktor, Yosefina Ohoiwutun dan PANSEL Pemda Asmat, mantan Sekda Kabupaten Asmat, Drs. Sefnat Meokbun dan Sekda Kabupaten Asmat, Bartholomeus  Bokoropces, S.Sos, M.Ec.Dev. 

 

Profesor Agustinus Yonatan Fatem menyampaikan sesuai amanat Undang-Undang ASN bahwa penempatan jabatan ASN dalam birokrasi Pemerintah Pusat, Propinsi, Kabupaten dan Kota dilakukan dengan dua pendekatan. Pertama, dengan metode uji kepatutan dan kelayakan kepada setiap ASN yang memenuhi syarat golongan kepangkatan untuk meroling  jabatan. Kedua metode lelang terbuka, yang diawali dari seleksi administrasi dan test komptensi. Metode ini memungkinkan setiap calon dipromosi menduduki jabatan yang dilamar. 

 

“Saya sangat apresiasi dengan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Asmat memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap ASN yang memenuhi syarat kepangkatan ikut mempromosikan diri dengan lelang terbuka JPTP,” katanya.

 

Penilaian terhadap makalah yang dibuat pelamar berdasarkan hasil test psikologi, katanya akan menggunakan penilaian asesment penuh dan semi asesment dengan pola sistim gugur.  “Kami  patut berbangga bapa dan ibu sudah lolos test psikologi. Saya menyampaikan selamat dan selamat mengikuti test terakhir presentasi makalah. Nanti dari makalah yang dibuat akan digali dalam test wawancara,” ujarnya.

 

Ia meminta 21 pejabat itu membuat makalah selama dua setengah jam. Isi makalah  harus termuat visi, misi dan program pokok serta program strategis sesuai dengan lamaran melamar jabatan yang disukai. “Kami sebenarnya lima orang untuk menilai makalah dan menggali isi makalah itu dalam metode wawancara. Jadi minus Ibu Ani Mulo dari Komisi ASN Departemen Dalam Negri,” katanya sambil memperkenalkan diri. (Sapa)

Copyright © 2017 - Pemerintah Kabupaten Asmat