Informasi

Pemkab Asmat Dapat Penghargaan Dari Menkeu

Pemkab Asmat Dapat Penghargaan Dari Menkeu

Bupati Asmat, Elisa Kambu menerima penghargaan dari Mentri Keuangan Sri Mulyani

ASMAT | Pemerintah Kabupaten Asmat ( Pemkab Asmat) mendapat penghargaan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani atas prestasi Asmat selama empat tahun mengelola keuangan daerah dengan baik hingga mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Pemkab Asmat selama empat tahun berturut-turut mendapatkan opini keuangan tertinggi WTP mulai 2013,2014,2015, dan 2016. Dimana tiga tahun perolehan opini WTP pada masa kepemimpinan Yuvensius A. Biakai. Sementara satu tahun, yakni 2016 dimassa kepemimpinan Elisa Kambu dan Thomas E Safanpo.

 

Penghargaan berupa piagam diserahkan oleh Kepala Bidang Pembinaan Pelaksana Anggaran I, Sjarif Donotan Solaiman mewakili Kepala Kanwil Dirjen Perbendaharaan Provinsi Papua kepada Bupati Asmat, Elisa Kambu didampingi Wakil Bupati Asmat, Thomas E Safanpo, di Lapangan Yos Sudarso, Selasa (24/10/17).

 

Sjarif Donotan Solaiman mengatakan, selain Asmat, ada tujuh daerah lainnya yang mendapat opini keuangan WTP, yakni Pemerintah Provinsi Papua, Kabupaten Jayapura, Jayawijaya, Mimika, Merauke, Nabire dan Yapen.

 

Namun WTP yang diperoleh Asmat menurut Sjarif berbeda dengan tujuh daerah lainnya. Asmat memperoleh gelar membanggakan dalam pengelolaan keuangan selama empat tahun berturut-turut.

 

“Ini suatu hal yang sangat luar biasa, dan bisa diraih karena ada sinergitas. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa manajemen dan admiinisatrasi di Pemkab Asmat sangat baik dan sesuai akuntasi pemerintah,” terangnya.

 

Ia menjelaskan, dalam pemberian opini WTP ada acuan tertentu yang menjadi standar penyusunan laporan keuangan di pemerintah. Opini yang diberikan mengacu pada bagaiamana laporan tersebut disusun dengan baik dan didukung dengan data serta informasi yang sesuai standar.

 

Penghargaan diberikan setiap tahunnya, dengan melakukan pengukuran secara Spartan. Dan empat tahun berturut Pemkab Asmat mendapatkannya, mulai masa penyusunan laporan keuangan dengan basis kas, kas menuju accrual.

 

“Semua standar akuntasi keuangan yang diberikan sudah dilakukan dengan baik oleh Pemkab Asmat. Sehingga kabupaten ini bisa memperoleh opini keuangan WTP. Dan ini empat tahun berturut-turut,” ujarnya.

 

Sementara Bupati Asmat, Elisa Kambu mengatakan, penghargaan yang diterima oleh Pemkab Asmat ini merupakan pengakuan dari pemeintah pusat atas kinerja yang dilakukan. Dimana empat tahun berturut-turut telah mendapatkan opini WTP.

 

“Keberhasilan ini telah diletakkan oleh Bapak Yuven, dan Pak Thom yang saat itu jadi pimpinan DPRD dua periode (sekarang Wabup Asmat,red), dan saya sempat jadi Sekda. Selama empat tahun kami pertahankan. Karenanya, saya sampaikan terimakasih kepada semua pihak, khususnya Pemerintah Pusat melalui Kementerian Keuangan yang telah hadir di Asmat,” tuturnya.

 

Kata dia, seharusnya penghargaan ini diserahkan di Istana Negara, tetapi tidak sempat hadir. Dan diantar sendiri. Iini menunjukkan Kabupaten Asmat begitu hebat.

 

“Kita kerja bukan untuk Thom dan Kambu maupun OPD, tapi untuk Asmat. Dan yang harus ada dibenak kita, tidur bangun harus berpikir apa yang harus kita kerjakan. Sehingga kalau ada kesempatan harus melakukan yang terbaik untuk tanah ini,” kata Bupati Elisa Kambu.

 

Sedangkan Wabup Asmat, Thomas E Safanpo mengatakan, prestasi ini telah dirintis mulai 2012 lalu. Dimana pemerintan dan DPRD melakukan pembenahan secara internal pada masa pemerintahan Yuven, sehingga meraih WTP secara berturut-turut.

 

“Jadi prestasi ini tidak datang tiab-tiba, tapi dirancang dan dikendalikan oleh pimpinan. Dan syukur pengendalian intern dikendalian dengan baik, khususnya pengelolaan keuangan,” katanya.

 

Ia menjelaskan, pengawasan dalam pengelolaan keuangan, opini WTP dari BPK dipengaruhi oleh empat faktor, yakni kepatuhan terhadap perundang-undangan. Apakah anggaran yang disusun dan dilaksanakan serta dievaluasi sesuai tidak dengan undang undang. Sesuai dengan standar akuntasi kepemerintahan. Adanya sistim pengenadialan intern (SPI) dankecukupan pengungkapan atau tersedianya data dan informasi pada saat aduit dilaksanakan.

 

“Kami yakin bisa mempertahankan apa yang sudah diraih. Ini karena semakin hari sistim pengelolaan dengan baik. Dan bisa dibandingkan dengan daerah lain, Asmat jauh lebih baik dalam pengelolaan keuangan, pengendalian internal dan kepemimpinan,” ungkapnya. (seputarpapua.com)

Copyright © 2019 - Pemerintah Kabupaten Asmat