Informasi

Pemkab Asmat Gelar KKR Bersama Rakyat

Pemkab Asmat Gelar KKR Bersama Rakyat

Kegiatan KKR dalam rangka memperingati satu tahun kepemimpinan Bupati Elisa Kambu dan Wabup Thomas Eppe Safanpo

 

 

ASMAT - Dalam rangka mengenang setahun masa kepemimpinan Bupati Kabupaten Asmat, Elisa Kambu, S.Sos,. dan Wabup Thomas Eppe Safanpo, ST, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asmat menggelar Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) bersama seluruh masyarakat. Kegiatan yang digelar selama dua hari, Kamis (15/2) dan Jumat (16/2) difokuskan di Lapangan Yos Sudarso, Kabupaten Asmat. 

 

Pada KKR ini mengangkat tema “Berilah Keadilan Kepadaku Ya Tuhan Sebab Aku Telah Hidup Dalam Ketulusan, Kepadan Tuhan. Aku Percaya Dengan Tidak Ragu - ragu, (Mazmur, 26 : 1) ini”.

 

Bupati Asmat Elisa Kambu mengungkapkan, rasa syukurnya kehadirat Tuhan sebab dirinya mendapatkan kasih karunia dari Tuhan melalui kepercayan masyarakat. Sehingga dirinya bersama Wbup Thomas bisa memimpin di Kabupaten Asmat. 

 

" Karena kalian semua telah memilih saya dan Thomas. Terpilih jadi pemimpin, bukan karena kami hebat, tapi karena kehebatan Tuhan," Kata Elisa

 

Menurut Elisa, hanya karena Kasih Tuhan, dirinya dan Thomas bisa menapaki kaki sebagai pemimpin yang membawa ribuan jiwa di Asmat, untuk bersama - sama berjuang dalam membangun negeri. 

 

Dijelaskan, sebelum dirinya menjadi Bupati Tuhan telah memberikan tanda-tanda lima tahun yang lalu melalui pengelihatan para Hamba Tuhan. Tanda - tanda itu membuktikan Tuhan mempercayai dirinya untuk membawa seluruh masyarakat Asmat menuju kemenangan dan membuka tirai yang menghalang. Sehingga masyarakat Asmat bisa merasakan kemajuan seperti di daerah lain di Indonesia. 

 

"Saya mengundang kalian hadir di tempat ini, bukan semata - mata untuk merayakan, bahwa saya sudah setahun menjadi Bupati Kalian. Tapi yang terpenting adalah, mari bersama - sama mengangkat puji - pujian oleh karena kasih Tuhan,"Ujarnya. 

 

Hal penting dalam KKR tersebut yakni, Bupati Elisa ingin membangkitkan semangat generasi muda Asmat dalam mewartakan semua perintah kebaikan dari Tuhan. Terkait hal tersebut, dirinya sengaja menghadirkan pembawa firman Tuhan berusia 17 Tahun sebagai motivator bagi generasi muda di Asmat, yakni Pdt. Yeheskiel. 

 

Seperti yang disaksikan Salam Papua, Pdt Yeheskiel dalam khotbanya mengajak agar generasi muda Asmat harus bangkit untuk melepaskan diri dari kematian oleh Minuman Keras (Miras), Obat - obat terlarang dan seks bebas. 

 

Yeheskiel sengaja mengumpulkan peserta KKR muda untuk berkumpul pada tempat paling depan panggung papan tersebut dan mengajak, bahwa generasi muda harus bangkit dan menuruti perintah Tuhan untuk mewartakan kebaikan. Sebab tanpa generasi muda, Asmat tidak memiliki arti dan menjadi kota mati. 

 

Kata dia, generasi muda Asmat jangan biarkan diri dalam kenikmatan masa muda yang hanya dipengaruhi oleh Lem Aibon, Miras dan hal lain yang mencerumuskan diri. Hal tersebut karena, Tuhan tidak menginginkan hal itu terjadi dalam diri generasi muda Asmat, sebab yang Tuhan inginkan adalah hidup dalam kekudusan seperti pencitraannya. 

 

"Ketika anak muda bangkit, maka dia mulai berkata - kata dalam kebaikan, karena tuhan telah memerintahkan untuk bangkit dan jangam mati dalam dosa," Ujarnya. 

 

Kata Yeheskiel, Jika Elisa Kambu yang sekarang tidak berani bangkit, maka Kabupaten Asmat tidak akan menjadi maju seperti yang sekarang ini. Demikian pun untuk Elisa - Elisa berikutnya harus lebih mampu membawa terang kebangkitan di tengah - tengah masyarakat Asmat. 

 

" Walau kita masih muda belia, namun kita harus bisa berambisi untuk menjadi alat Tuhan dengan menjadi baik di dlam keluarga, Sekolah dan Masyarakat umum. Kita tidak boleh mati karena Miras, Aibon, Seks Bebas, Obat terlarang serta HIV AIDS," tuturnya. (Sapa)

Copyright © 2019 - Pemerintah Kabupaten Asmat