Informasi

Perputaran Uang Selama Pesta Budaya Asmat Capai Rp3 Miliar

Perputaran Uang Selama Pesta Budaya Asmat Capai Rp3 Miliar

PENUTUPAN- Bupati Asmat, Elisa Kambu menutup Pesta Budaya Asmat ke 32

ASMAT I Pesta Budaya Asmat ke 32 yang dilaksanakan mulai tanggal 20-25 Oktober 2017 berlangsung sukses. Ratusan hasil kerajinan tangan masyarakat Asmat banyak dibeli pengunjung saat proses pelelangan berlangsung.

Bupati Asmat, Elisa Kambu mengatakan, Pesta Budaya Asmat 2017 ini memecahkan rekor, khususnya proses pelelangan ukiran dan anyaman yang masuk nominasi. Menurutnya, ada sekitar Rp 3 miliar uang beredar pada Pesta Budaya tahun ini.

 

Pada 2016 lalu harga patung tertinggi senilai Rp31 juta, tetapi untuk 2017 mencapai Rp35 juta. Sementara untuk total lelang pada 2016 lalu mencapai Rp1,8 miliar. Namun untuk 2017 ini mencapai angka Rp2,4 miliar. Dengan demikian mengalami kenaikan Rp600 juta.

 

“Sedangkan untuk anyaman yang tidak masuk nominasi, kita belanja mencapai Rp394 juta. Dengan demikian, total peredaran uang di Pesta Budaya Asmat ke 32 mencapai kurang lebih Rp3 miliar," jelas Bupati Kambu di Asmat, Rabu (25/10/17).

 

Pencapaian angka sampai Rp3 miliar merupakan kepedulian terhadap budaya Asmat serta kepekaan, ketulusan dan kecintaan terhadap Budaya Asmat.

 

“Kami ucapkan terimakasih ke panitia dan semua pihak yang telah melaksanakan pesta ini dengan baik. Serta pada Gubernur Papua, Pangdam XVII Cenderawasih, dan Kapolda Papua yang telah berpartisipasi dalam memberikan dukungan dan menjamin keamanan. Dan tidak lupa, kami ucapkan permohonan maaf kepada semua pihak atas keterbatasan yang ada,” imbuh Bupati.

 

Bupati mengatakan, mulai dari pembukaan sampai penutupan, pengunjung semakin hari semakin bertambah banyak. Ini membuktikan bahwa semuanya mencintai budaya Asmat dan ingin melestarikannya.

 

“Kalau dilihat, mulai pembukaan sampai penutupan masyarakat baik dari luar maupun dalam terus datang dan menyaksikan Pesta Budaya Asmat. Ini menunjukkan, kalau semuanya mencintai budaya Asmat dan tidak ingin musnah ditelan waktu,” ujarnya.

 

Kata dia, dengan banyaknya pengunjung yang datang ke event tahunan ini, pihaknya menyakini bahwa  para penjual yang datang untuk menjajakan hasil kerajinan tangannya tidak kosong alias membawa uang saat pulang. Dimana jumlah anyaman yang dipajang mencapai 2000 buah. Dan karena jumlah ini, Pemkab Asmat belum mampu untuk membelinya semua.

 

“Walaupun kami belum mampu membeli semuanya, tapi saya yakin para penjual pulang tidak kosong,” katanya.

 

Pada Pesta Budaya Asmat ke 32 yang mengambil tema “Jangan Padamkan Api Wayir Untuk Terus Menghidupkan Nilai-nilai Budaya Asmat” menyuguhkan berbagai kegiatan, seperti manuver perahu, demonstrasi pembuatan patung ukiran dan anyaman, pelelangan ukiran dan anyaman yang masuk nominasi. Dimana nominasi untuk ukiran dan anyaman sudah dilakukan sejak Agustus-Oktober 2017. Pertunjukan tarian, dan terakhir pembelian hasil kerajinan dari masyarakat oleh Pemkab Asmat.

 

Pesta Budaya Asmat kali ini diikuti 449 peserta yang terdiri dari 200 orang pengukir, 60 penganyam, 90 orang kelompok penari, dan 20 kelompok manuver perahu. (seputarpapua.com)

Copyright © 2019 - Pemerintah Kabupaten Asmat