Informasi

Puluhan Pedagang di Atsj Terima Bantuan Modal Usaha

Puluhan Pedagang di Atsj Terima Bantuan Modal Usaha

Puluhan Pedagang di Atsj Terima Bantuan Modal Usaha
 

ASMAT I Sedikitnya 30 pedagang orang asli Asmat di Distrik Atsj menerima bantuan modal usaha masing-masing sebesar Rp5 juta dari Pemerintah Kabupaten Asmat.

Para pedagang yang notabene menjual sayur-sayuran dan hasil alam tersebut menerima suntikan modal yang sudah ada dalam buku rekening Bank Papua.

Buku tabungan diserahkan langsung oleh Bupati Asmat, Elisa Kambu kepada mama-mama pedagang yang berjualan di Pasar Atsj, Kamis (16/11).

Bupati mengatakan, pedagang yang diberi bantuan adalah mereka yang secara rutin menjual sayur-sayuran dan hasil alam di Pasar Atsj.

“Tidak semua yang dapat bantuan modal usaha, pemerintah selektif. Sebelumnya, kita sudah memantau siapa-siapa yang secara rutin berjualan di pasar ini,” kata Elisa Kambu.

Dikatakan, bantuan modal seyogyanya untuk memotivasi mama-mama Papua agar lebih giat dalam usahanya meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan keluarga. Total dana yang diberikan bagi 30 pedagang sebesar Rp150 juta.

“Atsj termasuk beruntung bisa 30 orang yang dapat bantuan. Di distrik lain, tidak sampai 10 orang. Sebelum kita bantu, kita amati baik-baik, sehingga tidak semua yang dapat,” tuturnya.

Bupati menambahkan, pihaknya akan melakukan evaluasi untuk mengukur dan mengetahui sejauh mana perkembangan usaha mama-mama Papua. Sehingga ia mengharapkan, pedagang bisa mengelola usahanya dengan baik.

“Kalau kasih habis, berarti stop! Sebagian hasil jualan itu harus disisihkan, ditabung di bank. Kita akan pantau, kalau ada yang disimpan dan berkembang, kita dorong lagi,” pungkasnya.

Paula Atepakap, salah satu mama pedagang yang menerima bantuan modal usaha dari pemerintah daerah mengaku bahagia. “Sangat senang bisa terima bantuan. Saya mau olah kembali uang ini,” kata mama Paula, yang sehari-hari menjual sayur di Pasar Atsj.

Rekannya, mama Marselina mengaku baru pertama menerima bantuan modal usaha dari pemerintah daerah. “Saya jual buah-buahan, sagu dan sayuran. Sudah lima tahun jualan di pasar ini,” katanya.

Setelah memiliki buku tabungan, tambah Marselina, uang hasil jualan akan disisihkan untuk ditabung di bank. Selain itu untuk membiayai anaknya yang sekolah dan memenuhi kebutuhan keluarga.

 “Kami semua pedagang di sini baru pertama kali dapat bantuan modal usaha. Uang ini akan saya putar dengan baik,” tandasnya. (seputarpapua.com)

Copyright © 2019 - Pemerintah Kabupaten Asmat