Informasi

Satpol PP Kawal Ketat Setiap Kapal Masuk di Pelabuhan

Satpol PP Kawal Ketat Setiap Kapal Masuk di Pelabuhan 

Ilustrasi

 

ASMAT – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Asmat terus melakukan pengawasan dan pengawalan terhadap setiap kapal yang masuk di Pelabuhan asmat. Upaya ini dilakukan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan atau merugikan masyarakat Asmat.

 

“Kami selalu memeriksa barang bawaan penumpang, baik dari kapal penumpang, barang, dan lainnya. Dan kegiatan ini mulai dilakukan sejak kepemimpinan Bupati Elia Kambu dan Wabup Tomas Eppe Safanpo,”demikian disampaikan Pelaksna Tugas (Plt) Kasatpol PP, Mesak Kamur ketika ditemui Salam Papua saat menghadiri peresmian Blok Baru Pasar Induk Agats, Kabupaten Asmat, (Rabu 14/2).

 

Kata dia, pemeriksaan terhadap barang bawaan merupakan kebijakan dari pimpinan daerah. Kebijakan yang dikeluarkan, karena Pemimpin daerah ini tidak menginginkan ada hal-hal yang bisa merugikan masyarakat. Karenanya, sejak menjabat Plt Kasatpol PP pada Desember 2016 lalu, dirinya berkomitmen untuk melaksanakan dan melanjutkan kebijakan tersebut.

 

“Satpol PP memiliki fungsi mengawal peraturan daerah (Perda). Dan Bupati dan Wakil Bupati Asmat sudah mengeluarkan Perda tentang pemeriksaan barang bawaan dari kapal yang datang dari luar Asmat. Jadi, kami siap melaksanakan kebijakan tersebut,”tuturnya.

 

Ia menerangkan, hal-hal yang paling diantisipasi pleh Pemkab Asmat dari kapal-kapal yang datang adalah minuman keras (miras) dan obat-obatan terlarang, yang dipasok oleh oknum-oknum tertentu dari luar Asmat. Barang-barang tersebut dibawa melalui kapal - kapal besar dan kecil. 

 

Lanjutnya, dan terbukti, beberapa kali pihaknya mendapatkan miras yang dibawa oleh penumpang kapal, dengan ukuran yang bermacam-macam, seperti empat drum ukuran 200 liter, kemasan botol sebanyak lima karung. Serta tiga jerigen dengan takaran 30 liter per jerigen. 

 

“Miras tersebut disita dari kapal fiber, kapal kayu, dan ada juga menggunakan kapal buting,”jelasnya.

 

Kata dia, kebanyakan miras dipasok dari Timika, Tual, Dobo, dan Marauke. Selain di kota pihaknya akan melakukan penyisiran di Distrik - distrik untuk melakukan pengecekan langsung setelah sebelumnya menerima banyak laporan dari warga. Upaya ini sebagai bentuk komitmen untuk sebisa mungkin menyelamatkan generasi muda dan masyarakat Asmat.

 

“Sebenarnya miras yang kami dapatkan akan kami musnahkan. Tapi sebelum pemusnahan, kami koordinasi dengan Bupati. Dan Beliau sampaikan pelaksanaan pemusnahan miras akan dilaksanakan pada 17 Februari 2017 nanti,”ungkapnya. (Acik N)

Copyright © 2019 - Pemerintah Kabupaten Asmat