Informasi

Tiga Pastor Cilik Membuat Umat Menangis

Tiga Pastor Cilik Membuat Umat Menangis

Ilustrasi

 

 

SAPA (ASMAT) -  Perayaan misa di Gereja Paroki St. Paulus Atsj Minggu (26/2) lain dari biasanya. Umat Katolik Distrik Atsj yang mengikuti misa hari itu tidak hanya merasa haru dan terenyuh, malah ada yang menangis. Mereka menangis menyaksikan drama yang dibawakan anak-anak. Tiga orang anak usia sekolah tampil sebagai pastor dan umatnya anak-anak Paud dan usia sekolah yang diperkirakan dua ratusan orang.

 

“Saya tidak mampu menahan rasa haru, ketika saya menyaksikan dua ratusan lebih anak-anak duduk sopan memenuhi di depan altar. Saya berusaha menekan rasa haru itu. Tidak bisa.  Air mata pun tak terbendung ketika menyaksikan tiga anak tampil sebagai pastor memimpin misa.   Seumur-umur hidup saya baru kali ini saya menagis di dalam gereja,” tutur Wakil Ketua Dewan Paroki St. Paulus Atsj, Donatus Dona Wetuwetan usai keluar dari dalam gereja.

 

Dari pantauan media ini, Pastor Paroki pun tidak mampu menahan air mata menyaksikan drama yang dibawakan tiga pastor cilik itu. “Saya juga tidak bisa menahan air mata. Bagaimana ketiga anak itu bisa membawa kotbah yang membuat teman-teman sebaya dan teman-temannya yang usia tiga sampai empat tahun duduk sopan melotot kearah tiga anak itu.  Anak-anak yang mendengar kotbah serius dan orang tua pun terbawa arus dalam renungan yang mereka bawakan,” akunya.

 

Ketiga anak itu mempersembahkan drama sebagaimana layaknya seorang pastor merayakan misa bersama umat. “Saya benar-benar kaget, terkejut  dan sukacita. Karena, drama yang ditampilkan anak-anak itu membuat para pastor bagaimana bekerja keras membawa renungan saat misa mampu menyapa anak-anak. Lalu, anak-anak pulang dari gereja ada sesuatu yang mereka bisa ceriterakan sebagaimana yang  terjadi hari ini. Saya sangat puas hari ini,” kata seorang bapak, Filipus B yang mengaku dirinya jarang masuk gereja setiap minggu.

 

Pengamatan media ini, dari pembukaan hingga pembacaan Kitab Suci dipimpin Pastor. Paroki St. Paulus Atsj, Medardus Eko Budi Setiawan. Lalu, ia mempersilahkan kepada anak-anak usia sekolah mempersembahkan drama yang melakoni sebagai pastor dan ada pula yang berperan sebagai umat, kurang lebih sekitar dua ratusan lebih. Ketiga anak itu mementaskan mulai dari awal misa hingga berkat pengutusan. Usai mereka pentaskan drama, Pastor Paroki melanjutkan dengan perayaan ekaristi hingga selesai.

 

Tampak umat usai perayaan misa, mereka tidak beranjak kembali ke rumah masing-masing. Mereka sibuk membahas penampilan anak-anak itu. Diantara mereka ada yang berdiskusi membahas Pastor Paroki Atsj tidak boleh pindah dari Atsj. “Kalau Bapa Uskup pindahkan pastor Paroki kita. Kita beramai-ramai  ke Agats minta Bapa Uskup tidak boleh dipindahkan. Saya berpikir itu yang kita perlu sepakat bersama, bagaimana?,” ujarnya disahut rekan-rekannya: “Itu yang betul.” (sergi)

Copyright © 2019 - Pemerintah Kabupaten Asmat