Informasi

Tokoh Agama Pertanyakan Kinerja Kapolres Asmat

Tokoh Agama Pertanyakan Kinerja Kapolres Asmat 

Pdt. Yan Rumbewas

 

ASMAT - Salah satu tokoh agama yang juga Ketua Jemaat GKI Agats, Pdt. Yan Rumbewas mempertanyakan kinerja Kapolres Asmat terkait pemberantasan minuman beralkohol dan  praktek perjudian yang dinilai sudah sangat meresahkan. 

 

"Kita berbicara soal Miras, di Kabupaten Asmat sampai dengan saat ini tidak ada penyelesaian, baik dari penegak hukum dalam hal ini Polres Asmat.Sehingga saya sebagai tokoh agama tidak percaya lagi dengan Kapolres Asmat," kata Pdt. Yan Rumbewas saat ditemui di kediamannya, Jumat (27/1).

 

Terkait hal itu, dirinyapun menegaskan tidak akan lagi memenuhi undangan Kapolres untuk membicarakan masalah miras maupun perjudian di daerah ini. Pasalnya, sudah empat kali dilakukan pertemuan di Polres dengan melibatkan semua unsur tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda, namun nyatanya miras dan perjudian masih saja ada hingga kini.Sehingga ia menilai bahwa, pertemuan tersebut hanyalah sia-sia.

 

"Saya tidak mau ketemu dengan Kapolres sampai miras, judi sabung ayam, judi kim dan togel yang selama ini meraja rela di Asmat harus dibasmi," tegasnya.

 

Tak hanya itu, menurutnya, beberapa kali tokoh agama tidak memenuhi undangan Kapolres untuk ikut dalam pemusnahan miras di pelabuhan, karena mereka menilai bahwa, fakta dilapangan berbeda. Dimana, setelah pemusnahan miras, masih saja ditemukan orang mabuk di jalan-jalan.

 

“Sebagai tokoh Agama sangat menyesal karena diundang untuk hadir dalam pemusnahan miras. Namun saat pulang masih ada yang mabuk,” katanya.

 

Sebagai tokoh agama, dirinya selalu menyerukan kepada penjual miras untuk menghentikan aktivitas mereka mulai dari Kota Agats hingga ke kampung-kampung. Sebab, hal ini dapat merugikan masyarakat dan tentunya generasi yang akan datang.

 

Dan, kepada Kapolres, dirinya meminta agar menindak secara tegas siapa saja yang terlibat dalam penjualan miras di Asmat.

 

“Jangan masyarakat kecil yang jual satu dua botol aparat keamanan melakukan tindakan kemudian menahan di sel. Sementara orang yang dikatakan berada atau berduit tidak ditahan. Ini  yang perlu ditindak lanjuti oleh atasan dalam hal ini Kapolda," katanya.(Sapa)

Copyright © 2019 - Pemerintah Kabupaten Asmat