Potensi Daerah

Pertanian

 

Pertanian

Seperti telah dibahas pada bagian sebelumnya, sektor pertanian merupakan sektor yang penting di Kabupaten Asmat. Di bidang ketenagakerjaan, sektor pertanian menjadi tulang punggung mata pencaharian masyarakat. Hal tersebut mengindikasikan pentingnya sektor pertanian di Kabupaten Asmat. Selain itu, pentingnya sektor pertanian juga dilihat dari fungsinya sebagai sumber pangan utama bagi masyarakat.

Tanaman Pangan

Jenis tanaman pangan yang dibudidayakan penduduk di Kabupaten Asmat adalah padi, jagung, kacang tanah, ubi kayu, dan ubi jalar. Luas panen padi di Kabupaten Asmat selama periode 2010-2014 mengalami peningkatan dari hanya seluas 30 ha pada tahun 2010 menjadi seluas 77 ha pada tahun 2014. Peningkatan luas panen tersebut diiringi juga oleh peningkatan produksi dari hanya sebesar 52,50 ton pada tahun 2010 menjadi sebesar 149,50 ton pada tahun 2014. Produksi padi di Kabupaten Asmat pada tahun 2014 berasal dari 7 dstrik dengan produksi terbesar berasal dari Distrik Ayip yaitu sebesar 35,7 ton. Tingkat produktivitas tanaman padi di Kabupaten Asmat pada tahun 2014 adalah sebesar 1,94 ton per ha. Luas panen jagung di Kabupaten Asmat selama periode 2010-2014 mengalami peningkatan dari hanya seluas 8,1 ha pada tahun 2010 menjadi seluas 34 ha pada tahun 2014. Walaupun mengalami penurunan produksi pada tahun 2014 menjadi hanya sebesar 170 ton, secara umum terjadi peningkatan produksi jika dibandingkan produksi tahun 2010 yang hanya sebesar 24,3 ton. Produksi jagung di Kabupaten Asmat berasal dari 13 distrik dengan produksi terbesar berasal dari Distrik Pantai Kasuari, Atsy, dan Pulau Tiga dengan produksi masing-masing sebesar 25 ton. Tingkat produktivitas jagung di Kabupaten Asmat pada tahun 2014 adalah sebesar 5 ton per ha.

Luas panen keladi di Kabupaten Asmat mengalami peningkatan dari hanya sebesar 5,9 ha pada tahun 2010 menjadi sebesar 49 ha pada tahun 2014. Dari sisi produksi, juga terjadi peningkatan dari hanya sebesar 29,5 ton pada tahun 2010 menjadi sebesar 181,5 ton pada tahun 2014. Produsen keladi terbesar pada tahun 2014 adalah Distrik Pulau Tiga yaitu sebesar 27,5 ton, sedangkan produksi terendah berasal dari Distrik Kopay dan Sawa Erma yaitu masing-masing sebesar 5,5 ton. Produktivitas tanaman keladi pada tahun 2014 adalah sebesar 3,70 ton per ha. Luas panen kacang tanah pada tahun 2014 adalah seluas 5 ha dan produksi sebesar 15 ton, jadi produktivitas tanaman kacang tanah pada tahun 2014 adalah sebesar 3 ton per ha. Produksi kacang tanah di Kabupaten Asmat berasal dari 4 distrik yaitu Distrik Suator, Suru-suru, Kolfbraza, dan Pulau Tiga. Produksi kacang tanah di Kabupaten Asmat pada tahun 2014 adalah sebesar 0,6 ton dan berasal dari Distrik Atsy dan Suator yaitu masing-masing sebesar 0,3 ton. Luas panen kacang tanah di Kabupaten Asmat adalah seluas 0,5 ha sehingga produktivitasnya pada tahun 2014 adalah sebesar 1,2 ton per ha. Produksi gumbili pada tahun 2014 adalah sebesar 3 ton dengan luas panen seluas 0,5 ha, sehingga produktivitas gumbili pada tahun 2014 adalah sebesar 6 ton per ha. Produksi gumbili berasal dari Distrik Atsy dan Suru-suru yaitu masing-masing sebesar 1,5 ton. Produksi garut pada tahun 2014 adalah sebesar 0,75 ton dengan luas panen seluas 0,25 ha, sehingga produktivitas garut pada tahun 2014 adalah sebesar 3 ton per ha. Produksi garut berasal dari Distrik Pantai Kasuari yaitu sebesar 0,45 ton dan Suru-suru yaitu sebesar 0,3 ton.Luas panen ubi kayu di Kabupaten Asmat mengalami peningkatan dari hanya seluas 40 ha pada tahun 2010 menjadi seluas 110 ha pada tahun 2014. Produksi ubi kayu di Kabupaten Asmat mengikuti pola peningkatan luas panen, jika luas panen meningkat maka produksi juga akan meningkat. Produksi ubi kayu pada tahun 2010 adalah sebesar 480 ton dan meningkat menjadi sebesar 1.375 ton pada tahun 2014. Produksi ubi kayu merupakan yang terbesar diantara tanaman pangan lainnya di Kabupaten Asmat dan tersebar merata di seluruh distrik. Distrik yang memiliki produksi ubi kayu terbesar adalah Distrik Pantai Kasuari yaitu sebesar 112,5 ton, sedangkan distrik dengan produksi ubi kayu terkecil adalah Distrik Ayip dan Bectbamu yaitu masing-masing sebesar 25 ton. Produktivitas ubi kayu di Kabupaten Asmat pada tahun 2014 adalah sebesar 12,5 ton per ha. Komoditas ubi jalar termasuk salah satu makanan utama pengganti beras yang sudah familiar baik di Provinsi maupun Papua karena tanaman ubi jalar relatif mudah tumbuh pada kondisi yang beraneka ragam. Hal tersebut terlihat dimana komoditas ubi jalar hampir diproduksi di seluruh distrik di Kabupaten Asmat. Distrik dengan produksi ubi jalar tertinggi adalah Distrik Suru-suru yaitu sebesar 72 ton, sedangkan distrik dengan produksi ubi jalar terendah adalah Distrik Distrik Bectbamu yaitu sebesar 24 ton. Luas panen ubi jalar adalah seluas 96 ha dengan produktivitas pada tahun 2014 sebesar 8,33 ton per ha.

Luas panen keladi di Kabupaten Asmat mengalami peningkatan dari hanya sebesar 5,9 ha pada tahun 2010 menjadi sebesar 49 ha pada tahun 2014. Dari sisi produksi, juga terjadi peningkatan dari hanya sebesar 29,5 ton pada tahun 2010 menjadi sebesar 181,5 ton pada tahun 2014. Produsen keladi terbesar pada tahun 2014 adalah Distrik Pulau Tiga yaitu sebesar 27,5 ton, sedangkan produksi terendah berasal dari Distrik Kopay dan Sawa Erma yaitu masing-masing sebesar 5,5 ton. Produktivitas tanaman keladi pada tahun 2014 adalah sebesar 3,70 ton per ha. Luas panen kacang tanah pada tahun 2014 adalah seluas 5 ha dan produksi sebesar 15 ton, jadi produktivitas tanaman kacang tanah pada tahun 2014 adalah sebesar 3 ton per ha. Produksi kacang tanah di Kabupaten Asmat berasal dari 4 distrik yaitu Distrik Suator, Suru-suru, Kolfbraza, dan Pulau Tiga. Produksi kacang tanah di Kabupaten Asmat pada tahun 2014 adalah sebesar 0,6 ton dan berasal dari Distrik Atsy dan Suator yaitu masing-masing sebesar 0,3 ton. Luas panen kacang tanah di Kabupaten Asmat adalah seluas 0,5 ha sehingga produktivitasnya pada tahun 2014 adalah sebesar 1,2 ton per ha. Produksi gumbili pada tahun 2014 adalah sebesar 3 ton dengan luas panen seluas 0,5 ha, sehingga produktivitas gumbili pada tahun 2014 adalah sebesar 6 ton per ha. Produksi gumbili berasal dari Distrik Atsy dan Suru-suru yaitu masing-masing sebesar 1,5 ton. Produksi garut pada tahun 2014 adalah sebesar 0,75 ton dengan luas panen seluas 0,25 ha, sehingga produktivitas garut pada tahun 2014 adalah sebesar 3 ton per ha. Produksi garut berasal dari Distrik Pantai Kasuari yaitu sebesar 0,45 ton dan Suru-suru yaitu sebesar 0,3 ton.

39 Luas Panen, Produksi, dan Produktivitas Komoditas Tanaman Pangan, 2014

Tanaman Hortikultura

Gambar 2.40 Luas Panen, Produksi, dan Produktivitas Komoditas Buah, 2014Usaha hortikultura yang dikembangkan oleh penduduk di Kabupaten Asmat masih dalam skala tradisional dan dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan subsistennya. jenis buah yang ditanam penduduk Kabupaten Asmat diantaranya adalah pisang, salak, rambutan, durian, manga, nangka, nanas, jeruk, belimbing, jeruk besar, matoa, papaya, sukun, dan jambu biji. Komoditas pisang merupakan salah satu komoditas buah utama yang ditanam penduduk dan tersebar merata di setiap distrik. Luas panen pisang pada tahun 2014 adalah seluas 50 ha dengan produksi sebesar 460 ton sehingga tingkat produktivitas pisang di Kabupaten Asmat adalah sebesar 9,20 ton per ha. Produsen pisang terbesar di Kabupaten Asmat adalah Distrik Suru-suru dan Pulau Tiga dengan produksi masing-masing sebesar 64,4 ton. Luas panen salak di Kabupaten Asmat tergolong kecil yaitu hanya seluas 8,5 ha dengan produksi pada tahun 2014 sebesar 3,4 ton. Produktivitas salak di Kabupaten Asmat pada tahun 2014 adalah sebesar 0,40 ton per ha. Luas panen rambutan secara keseluruhan di Kabupaten Asmat adalah seluas 2 ha yang terbagi secara merata di 8 distrik. Produksi rambutan pada tahun 2014 adalah sebesar 0,4 ton dan tingkat produktivitas rambutan adalah sebesar 0,20 ton per ha.

Luas Panen, Produksi, dan Produktivitas Komoditas Buah, 2014

Luas panen durian di Kabupaten Asmat pada tahun 2014 adalah seluas 3 ha dengan produksi sebesar 7,5 ton. Produsen durian di Kabupaten Asmat adalah Distrik Suru-suru dan Kolfbraza dengan produksi masing-masing sebesar 5 dan 2,5 ton. Tingkat produktivitas durian pada tahun 2014 adalah sebesar 2,5 ton per ha. Mangga merupakan salah satu komoditas buah utama di Kabupaten Asmat dengan produksi pada tahun 2014 mencapai 184,8 ton dengan luas panen seluas 24 ha. Distrik yang menjadi produsen utama mangga di Kabupaten Asmat adalah Distrik Sawa Erma dan Kolfbraza dengan produksi masing-masing sebesar 30,8 ton. Tingkat produktivitas mangga pada tahun 2014 adalah sebesar 7,7 ton per ha. Luas panen nangka di Kabupaten Asmat pada tahun 2014 adalah seluas 12 ha dengan produksi sebesar 58,8 ton. Tingkat produktivitas nangka di Kabupaten Asmat adalah sebesar 4,90 ton per ha. Luas panen nanas di Kabupaten Asmat pada tahun 2014 adalah seluas 1,0 ha dengan produksi sebesar 3,63 ton. Tingkat produktivitas nanas di Kabupaten Asmat adalah sebesar 3,30 ton per ha. Luas panen jeruk di Kabupaten Asmat pada tahun 2014 adalah seluas 5,0 ha dengan produksi sebesar 8 ton. Tingkat produktivitas jeruk di Kabupaten Asmat adalah sebesar 1,60 ton per ha.


Luas panen belimbing di Kabupaten Asmat pada tahun 2014 adalah seluas 10 ha dengan produksi sebesar 20 ton, luas panen jeruk besar seluas 5 ha dengan produksi sebesar 5 ton, luas panen matoa seluas 15 ha dengan produksi sebesar 21 ton, luas panen pepaya seluas 8 ha dengan produksi sebesar 25,97 ton, luas panen sukun seluas 24,5 ha dengan produksi sebesar 85,26 ton, dan luas panen jambu biji seluas 16 ha dengan produksi sebesar 80 ton. Tingkat produktivitas belimbing pada tahun 2014 adalah sebesar 2 ton per ha, jeruk besar sebesar 1 ton per ha, matoa sebesar 1,4 ton per ha, pepaya sebesar 3,25 ton per ha, sukun sebesar 3,48 ton per ha, dan jambu biji sebesar 5 ton per ha.

Komoditas sayuran yang dibudidayakan penduduk di Kabupaten Asmat adalah sawi petsai, cabe, tomat, terong, kacang panjang, ketimun, kangkung, bayam, pare, labu dan petai. Sama seperti pada komoditas buah, usaha tanaman sayuran di Kabupaten Asmat juga belum dalam skala produksi komersial dan hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan subsisten masyarakat. Dari sisi produksi, jenis sayuran yang paling banyak diproduksi di Kabupaten Asmat adalah kangkung, terong, dan ketimun dengan produksi berturut-turut sebesar 88 ton, 72,5 ton, dan 62,5 ton. Tingkat produktivitas dari ketiga jenis sayuran tersebut berturut-turut adalah sebesar 8 ton per ha, 14,5 ton per ha, dan 12,5 ton per ha. Luas panen untuk komoditas sawi petsai adalah seluas 3 ha dengan produksi sebesar 2 ton. Tingkat produktivitas sawi petsai pada tahun 2014 adalah sebesar 0,67 ton per ha.


Luas panen komoditas cabe pada tahun 2014 adalah seluas 4 ha dengan produksi sebesar 25,92 ton sehingga produktivitasnya adalah sebesar 6,48 ton per ha. Produksi tomat pada tahun 2014 adalah sebesar 26,60 ton dengan tingkat produktivitas sebesar 8,87 ton per ha. Luas panen tomat pada tahun 2014 adalah seluas 3 ha, sedangkan kacang panjang seluas 4 ha. Produksi kacang panjang adalah sebesar 16,57 ton dengan produktivitas sebesar 4,14 ton per ha. Luas panen komoditas bayam adalah seluas 10,5 ha dengan produksi sebesar 13 ton, luas panen pare seluas 2 ha dengan produksi sebesar 10 ton, luas panen labu seluas 4 ha dengan produksi sebesar 5,92 ton, dan luas panen petai seluas 0,1 ha dengan produksi sebesar 0,01 ton. Tingkat produktivitas bayam pada tahun 2014 adalah sebesar 1,24 ton per ha, pare sebesar 5 ton per ha, labu sebesar 1,48 ton per ha, dan petai sebesar 0,10 ton per ha.

Luas Panen, Produksi, dan Produktivitas Komoditas Sayuran, 2014

Tanaman Perkebunan

Jenis tanaman perkebunan yang ditanam penduduk di Kabupaten Asmat adalah kelapa, karet, kakao, pinang, kopi, kelapa sawit, sirih dan sagu. Jumlah petani yang mengusahakan komoditas tanaman perkebunan di Kabupaten Asmat pada tahun 2014 adalah sebanyak 34.709 orang. Sebagian besar petani di Kabupaten Asmat mengusahakan sagu dan kelapa dengan jumlah petani pada kedua komoditas tersebut adalah sebanyak 27.265 dan 7.141 orang. Jumlah petani karet adalah sebanyak 60 orang, kakao sebanyak 5 orang, pinang sebanyak 17 orang, kopi sebanyak 168 orang, kelapa sawit sebanyak 50 orang, dan sirih sebanyak 3 orang.


Komoditas utama tanaman perkebunan di Kabupaten Asmat adalah sagu dan kelapa dimana kedua komoditas tersebut tersebar di seluruh distrik. Luas panen komoditas sagu adalah seluas 1.013 ha, sedangkan luas panen komoditas kelapa seluas 472 ha. Jumlah produksi sagu pada tahun 2014 adalah sebesar 14.053 ton. Distrik dengan produksi sagu terbesar adalah Distrik Suator, Sawa Erma, dan Pulau Tiga dengan masing-masing produksi dari ketiga distrik tersebut sebesar 984 ton, sedangkan distrik dengan produksi sagu terendah adalah Distrik Pantai Kasuari dan Jetsy dengan produksi masing-masing sebesar 492 ton. Tingginya produksi sagu di Kabupaten Asmat disebabkan sagu merupakan salah satu makanan pokok utama yang ada di Kabupaten Asmat. Produksi kelapa di Kabupaten Asmat adalah sebesar 6.306 ton. Distrik dengan produksi kelapa tertinggi adalah Distrik Safan yaitu sebesar 1.045,01 ton, diikuti Distrik Fayit sebesar 885,60 ton, sedangkan distrik dengan produksi kelapa terendah adalah Distrik Kolf Braza dengan produksi sebesar 70,85 ton. Luas tanam karet di Kabupaten Asmat adalah seluas 24 ha, kakao seluas 3 ha, pinang seluas 3 ha, kopi seluas 16 ha, kelapa sawit seluas 9 ha, dan sirih seluas 2 ha.

Luas Tanam dan Produksi Kelapa dan Sagu di Kabupaten Asmat, 2014

No.

Distrik

Kelapa

Sagu

Luas Tanam (ha)

Produksi (ton)

Luas Tanam (ha)

Produksi (ton)

1.

Pantai Kasuari

21

283.40

35.00

492.00

2.

Fayit

72

885.60

76.00

953.25

3.

Atsy

21

318.82

53.00

738.00

4.

Suator

8

88.56

71.00

984.00

5.

Akat

41

531.36

72.00

645.75

6.

Agats

38

531.36

43.00

738.00

7.

Sawa Erma

19

212.54

43.00

984.00

8.

Suru-suru

6

88.56

65.00

707.25

9.

Kolf Braza

5

70.85

61.00

891.75

10.

Unir Sirau

16

230.26

53.00

399.75

11.

Kopay

32

513.65

56.00

891.75

12.

Der Koumur

15

159.41

36.00

584.25

13.

Safan

75

1,045.01

32.00

707.25

14.

Sirets

21

283.39

81.00

984.00

15.

Ayip

17

230.26

73.00

645.75

16.

Bectbamu

20

247.97

34.00

584.25

17.

Jetsy

19

283.92

37.00

492.00

18.

Joerat

17

212.54

34.00

645.75

19.

Pulau Tiga

9

88.56

58.00

984.00

Jumlah

472

6,306

1,013

14,053

Sumber: BPS Kabupaten Asmat, 2015

Copyright © 2017 - Pemerintah Kabupaten Asmat