Informasi

Disdik Asmat Gandeng Yayasan Alirena Rekrut Tenaga Pengajar

Disdik Asmat Gandeng Yayasan Alirena Rekrut Tenaga Pengajar 

Tim pelaksana seleksi tenaga pengajar dari Yayasan Alirena Bogor

 

ASMAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asmat melalui Dinas Pendidikan (Disdik) menggandeng Yayasan Alirena dari Bogor, Jawa Tengah dalam proses perekrutan guru atau tenaga pengajar di daerah itu. Selain itu dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Asmat, Pemkab Asmat sebelumnya juga telah menjalin kerjasama dengan Yayasan Alirena dalam program Sekolah Anak Indonesia (SAI).

 

Dalam kerjasama tersebut, Disdik Asmat merekomendasikan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Asmat sebagai sekolah yang akan masuk dalam program SAI. 

 

Koordinator tim pelaksana tahapan seleksi guru Karlina Lubis, ketika ditemui Salam Papua di Hotel Sang Surya, Komplek Keuskupan Asmat, Kamis (16/2), membenarkan bahwa pihaknya digandeng Disdik Asmat dalam melakukan perekrutan tenaga pengajar sekaligus menerapkan kurikulum.

 

“SMPN 3 itu tetap sekolahnya kabupaten Asmat, namun kami hanya digandeng oleh Disdik dalam hal perekrutan tenaga guru dan kurikulum. Sekarang masih dalam proses, sehingga kami belum bisa menggambarkan lebih lanjut,” jelas Karlina. 

 

Proses seleksi terhadap calon tenaga pengajar sudah dimulai sejak Senin 13 Februari 2017 yang bertempat diruang SMPN 3 Asmat, setelah sebelumnya menerima berkas dari pelamar umum dan dari Disdik Asmat.

 

Dijelaskan Karlina, standar penerimaan tersebut masih mengacu pada standar yang ditetapkan secara Nasional, yakni calon tenaga pengajar harus memiliki sertifikasi dan berlatarbelakang pendidikan guru. Dalam seleksi itu dilakukan dengan proses penyaringan pemberkasan, serta melalui beberapa tahap seperti tes konten, micro touching, serta tes wawancara. 

 

"Yang jelas kami terima seleksi guru yang disediakan Disdik tapi juga umum, sehingga nanti kalau ada yang menurut kami tidak penuhi standar maka kami serahkan kembali ke Disdik, selanjutnya kebijakan dari Disdik untuk tempatkan mereka ke mana,” tuturnya. 

 

Sementara itu pola kurikulum yang akan diterapkan masih seperti yang biasa dilakukan di Indonesia, namun lebih disesuaikan dengan kontekstual di Kabupaten Asmat. Dirinya pun mengakui sebelum memulai jalinan kerjasama bersama Pemkab Asmat, pihaknya telah mengawalinya dengan mempelajari sisi antropologi di Asmat, persiapan dalam membangun atau mengerjakan proyek pendidikan selalu diawali dengan pendekatan teoritis atau pendekatan secara individual masyarakat setempat. 

 

"Ya, kami awali dengan berbagai penelusuran, pendekatan dan penyesuaian dengan kondisi masyarakat setempat. Kalau dari Disdik memang sangat merespon positif, karena ini dalam rangka membantu kemajuan di bidang pendidikan,” terangnya. (Sapa)

Copyright © 2017 - Pemerintah Kabupaten Asmat