Informasi

PEMKAB ASMAT BERLAKUKAN RELAKSASI UNTUK MASYARAKAT DI MASA TANGGAP DARURAT COVID-19

20200622222845-fbimg1592839197756    20200622222839-fbimg1592839191683

 

 

 

 

ASMAT- Pemerintah Kabupaten Asmat, Papua, mulai Senin (22/6) memberlakukan relaksasi untuk masyarakat di masa tanggap darurat Covid-19.

 

Relaksasi ini berdasarkan kesepakatan bersama Forum Kordinasi Pimpinan (Forkopimda), yang dipimpin Bupati Asmat Elisa Kambu.

 

Ada sejumlah poin dalam relaksasi ini, pertama untuk transportasi udara bagi masyarakat umum, dimana pesawat hanya diizinkan mendarat di Bandara Ewer tiga kali dalam seminggu.

 

Baik itu pesawat yang datang dari jalur Kabupaten Timika, maupun jalur Kabupaten Merauke.

“Jadwalnya seminggu sekali, yakni hari Senin, Rabu dan Jumat,”Ujar Bupati.

 

Kedua, untuk transportasi laut akan dibuka namun hanya satu kapal milik Pelni, yaitu KM. Tatamailau.

 

Untuk itu, pemkab akan akan menyurati pihak Pelni agar di setujui sesuai kesepakatan Forkopimda di Asmat.

 

“Kapal Pelni disepakati dua kali dalam sebulan, khususnya untuk kapal KM.Tatamailau,”tuturnya.

 

Ketiga, aktivitas perekonomian seperti took, warung makan, bengkel dan tempat usaha lainnya mulai beraktivitas dari pukul 06.00 hingga 21.00.

 

Keempat, untuk penanganan protokoler covid-19 telah disepakati bahwa Pemda Asmat menggratiskan dilakukan rapid test hanya untuj anak sekolah dan pasien terkena corona, maupun pasien penyakit lainnya yang dirujuk ke kota setempat.

 

Untuk anak sekolah, hanya SMP, SMA dan Mahasiswa digratis dilakukan tes rapid test.

 

“Persyaratan adalah namanya terdaftar di Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat,”Ujarnya.

 

Kelima, untuk aktivitas keluar masuk masyarakat di Kabupaten Asmat harus memiliki surat bebas Covid-19 hasil pemeriksaan rapid test, sebagai persyaratan perjalanan.

 

“Yang keluar Asmat disyaratkan untuk lakukan rapid test dan membayar Rp.350.000,”katanya.

 

Sementara yang masuk ke Asmat silahkan lakukan rapid test di kota awal. Tim Covid-19 Asmat akan dilakukan rapid test kedua setelah orang tersebut melakukan karantina mandiri di Asmat selama 14 hari.

 

Keenam, dikhususkan untuk masyarakat yang datang dari luar ke Asmat, terutama dari kota terdampak Covid-19 seperti Kabupaten Timika, Kota Jayapura dan kota yang termasuk zona merah di luar Provinsi Papua diharapkan telah melakukan tes Swab sebelum masuk ke Asmat.

 

Ketujuh, Kabupaten Asmat walaupun masih dalam zona hijau, protokoler kesehatan tetap berjalan, yakni setiap aktivitas tertib bermasker dan cuci tangan dengar air yang mengalir.

 

“Semoga kesepakatan ini berjalan baik, dan nantinya akan ditinjau kembali bulan depan mendatang,”katanya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Reporter    : Fagi

Editor        : Melani

 

Copyright © 2022 - Pemerintah Kabupaten Asmat