Informasi

Bentrok TNI-Polri di Lanny Jaya karena Kesalahpahaman

Bentrok TNI-Polri di Lanny Jaya karena Kesalahpahaman - Senjata Anggota yang Terlibat Bentrok Dilucuti.

Jayapura - Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Yotje Mende,M.Hum menegaskan bahwa ketegangan yang terjadi antara anggota Brimob BKO Kelapa Dua di Lanny Jaya dengan anggota TNI hanyalah karena kesalahpahaman belaka. Bahkan pihaknya sudah melucuti senjata api anggotanya yang terlibat masalah tersebut untuk menjaga situasi tetap aman.

Bukan hanya itu, Kapolda yang Selasa (14/10) kemarin memberikan arahan di hadapan pejabat utama Polda Papua dan sebelas Kapolres yang melakukan serahterima jabatan mengatakan bahwa dirinya siap dicopot dari jabatan Kapolda jika Kapolri menganggap bahwa insiden tersebut merupakan kelalaian dirinya selaku pimpinan Polri di Papua.

Bagi Kapolda, yang paling penting dalam insiden itu tidak menelan korban jiwa, baik dari Polri maupun TNI, sehingga akan diselesaikan secepatnya di antara kedua belah pihak. Kapolda mengaku telah membentuk tim investigasi dari Polda Papua dan akan diupayakan gabungan dengan TNI guna menyelidiki kasus itu dan menuntaskannya. Tidak membutuhkan waktu yang lama, Kapolda sendiri langsung turun ke Lanny Jaya pada Selasa (14/10) kemarin.

Menurut Kapolda, bentrok itu bermula saat razia sedang berlangsung.  Saat itu ada sebuah truck yang ditumpangi oleh salah seorang prajurit TNI dari Yonif 756/WMS melewati tempat razia. Anggota Brimob yang bertugas kemudian menanyakan identitas supir truk dan penumpang yang ternyata adalah prajurit TNI yang Pos di Pirime.


 "Saat itulah terjadi cekcok yang sebenarnya hanya karena kesalahpahaman saja. Oknum prajurit tersebut kemudian lari ke posnya, karena emosional dia lalu mengeluarkan tembakan, entah tembakan serentetan dan diarahkan ke angkasa atau bagaimana nanti akan kita cek dulu ya, dan kemudian dibalas tembakan juga, tidak terduga ada prajurit yang tertembak,"papar Kapolda.


Menurut Kapolda, razia yang dilakukan Polres Lany Jaya atas perintah dirinya pada setiap harinya. Tujuannya untuk menangkap Enden Wanimbo dan Puron Wenda pimpinan KKB di Lanny Jaya yang telah dinyatakan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang) oleh Polda Papua. Maka dari itu Kapolda juga meminta maaf atas insiden tersebut karena pelaksanaan kegiatan razia adalah perintah darinya.
 "Saya selaku Kapolda menyampaikan permohona maaf yang sebesar-besarnya karena mereka (anggota Brimob) BKO adalah untuk membantu saya di sana. Razia ini kan digelar untuk menghentikan senjata-senjata dan peluru yang diduga akan disuplay kepada kelompok-kelompok tersebut. Nah saat razia seperti inilah kesalahpahaman itu terjadi,"sambung Kapolda.
 Disinggung mengenai isu adanya anggota Brimob disandera oleh prajurit TNI, Kapolda  membantahnya dengan tegas. Menurut Kapolda, saat kejadian memang ada dua anggota Brimob yakni Danton Ipda Nuramin dan Bripda Andi yang sedang memberikan keterangan awal mula terjadinya kesalahpahaman itu kepada anggota TNI.
 "Saat itu masih ada suara tembakan sehingga Ipda Nuramin ini lari untuk menenangkan bunyi tembakan itu, nah kebetulan Bripda Andi ini masih diwawancara, tapi 15 menit kemudian dia sudah dikembalikan. Bahkan Kapos di sana langsung mengembalikan Bripda Irfan kepada Kapolres, jadi tidak ada yang disandera dan juga tidak ada yang mati, itu salah,"tegasnya lagi.
 Kapolda juga meminta kepada seluruh anggota maupun Kapolres agar berpikir positif dan mengambil hikmah dari insiden tersebut, sehingga kesalahpahaman serupa tidak terjadi kembali di Papua. "Saya minta dengan kejadian ini marilah bersama-sama berpikir positif. Kita di Papua bertugas untuk mencegah bentrok, termasuk rekan-rekan Brimob, yang kita perangi ini KKB bukan teman kita,” kata Kapolda.
 Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Arh Rikas Hidayatullah menegaskan bahwa Panglima dengan Kapolda sudah saling koordinasi agar anggotanya saling menahan diri. Pangdam juga telah memerintahkan Komandan Korem 172 untuk menindaklanjuti kejadian itu dengan Komandan Satuan Brimob Polda Papua.
 “Di Lanny Jaya kan memang sampai saat ini masih ada kegiatan penegakan hukum terkait dengan kejadian KKB sebelumnya, sehingga sudah diserahkan kepada Danrem dengan Dansatbrimob untuk kerja sama dengan penegakan hukum. Jadi Kodam memang diminta memperkuat sampai sekarang,”sambungnya.
 Menindaklanjuti kesalahpahaman itu, Panglima dan Kapolda meminta seluruh anggotanya agar tidak ada kegiatan lanjutan karena itu murni kesalahpahaman dari oknum-oknum anggota di bawah. Di sana juga sudah telah diakomodir oleh Dandim dan Kapolres untuk menyelesaikan persoalan itu karena hanya bentuk kesalahpahaman.


 “Pada saat komandan lapangan ingin berdamai waktu itu agar masalah ini tidak berlanjut, ada kesalahpahaman lagi. Yang datang waktu itu kan Wakil Danyon 756 dan Kasatintel datang bersama-sama karena tidak bisa komunikasi jarak jauh, sehingga datanglah mereka, nah terjadi misskomunikasi lagi seolah-olah hendak datang menyerbu,”tandasnya.


Sementara itu, Selasa (14/10) kemarin Kapolda Papua, Irjen Pol. Yotje Mende dan pejabat teras Polda Papua bersama pejabat Kodam tiba di Wamena dan langsung bertolak ke Tiom, Lanny Jaya.
 Kepada wartawan di Wamena, Kapolda Papua mengatakan informasi kontak tembak itu persisnya tidak tahu namun atas dasar laporan bahwa semua itu karena kesalahapahaman saja baik dari Brimob yang di BKO di Lanny Jaya maupun oknum dari Batalyon 756/WMS.
 “Jadi di sini kesalahpahaman sehingga terjadi tembak menembak ya, sehingga terjadi 1 (satu) korban (dari anggota Yonif 756/WMS),” ungkap Kapolda.
 Kapolda pun mengakui yang melakukan adalah anggota Brimob yang di-BKO-kan di Lanny Jaya yang berada di bawah kendali Kapolda Papua.
“Saya merasa bahwa ada kesalahan jugalah dari kita sehingga saya minta maaf kepada yang ditembak dan juga kepada Kodam,” ucapnya.
 Menyadari hal itu, kata Kapolda, dirinya langsung memimpin ke Tiom untuk melihat sejauh mana tembak menembak itu terjadi.

Apakah ada kesalahan-kesalahan fatal terutama dari BKO Brimob terkait tembak menembak ini sehingga terjadi korban.
Seusai dari Tiom, Kapolda akan melaporkan kejadian itu kepada Kapolri. Pasalnya, insiden ini juga menjadi perhatian Kapolri agar segera dituntaskan supaya tidak berkembang. “Saya juga bersama-sama tim dari Kodam, ada Pak Kasrem, Danyon, Dandim ikut bersama-sama memecahkan masalah ini,” katanya.
 Kapolda Papua berharap, masalah itu jangan sampai ada dendam mendendam. Ditegaskan, perselisihan itu karena ulah oknum dan tidak membawa-bawa kesatuan. “Pribadi masing-masing baik itu dari kami  sendiri maupun anggota Batalyon itu sendiri,” tegasnya. (rib/lay/fud)

 

 

Copyright © 2017 - Pemerintah Kabupaten Asmat