Informasi

Bupati Asmat Resmikan Gereja Jemaat Efata GPDI Sarmabo

Bupati Asmat Resmikan Gereja Jemaat Efata GPDI Sarmabo

Pengguntingan pita-Bupati Asmat, Elisa Kambu, S.Sos didampingi Ketua DPRD Asmat, Yusak Bokowi sedang menggunting pita  peresmian Gedung Gereja Jemaat Efata GPDI Sarbamo, di Kampung Sarmabo

 

 

ASMAT – Bupati Kabupaten Asmat, Elisa Kambu,S.Sos pada Sabtu (12/2) kemarin meresmikan Gereja Jemaat Efata GPDI Sarmabo, yang terletak di Kampung Sarmabo, Distrik Pantai Kasuari, Kabupaten Asmat. Peresmian Gereja Jemaat Efata GPDI Sarmabo ditandai dengan pengguntingan pita, yang dilakukan oleh Bupati Asmat Elisa Kambu dan didampingi Pdt. Samuel, S.Th.

 

Sebelum pelaksanaan peresmian Gereja, masyarakat Kampung Sarmabo menggelar proses adat, yang ditandai dengan mengoleskan kapur putih pada bagian wajah kepada Bupati Asmat beserta rombongan. Kemudian dilanjutkan mengarak Bupati Asmat dan rombongan dengan tari-tarian yang diiringi pukulan tifa yang bertalu-talu menuju Gereja Jemaat Efata GPDI Sarmabo.

 

Bupati Asmat, Elisa Kambu, S.Sos dihadapan 250 lebih Jemaat Efata GPDI Sarmabo di Kampung Sarmabo, Distrik Pantai Kasuari menegaskan, peresmian Gereja Jemaat Efata GPDI Sarmabo merupakan tanda bangkitnya semangat baru bagi Jemaat Efata Sarmabo, dari pergumulan yang panjang. Karenanya, dirinya mengajak kepada semua masyarakat untuk bersyukur kepada Tuhan atas kasih dan berkat-Nya, sehingga pembangunan sampai dengan peresmian gereja ini bisa terlaksana dengan baik.

 

“Jangan melihat Gedung Gereja ini secara fisik yang megah. Tapi, hatimu yang megah, memiliki semangat baru. Semuanya harus bangkit menatap masa depan yang cerah, agar  berbeda dari hari kemarin. Dan jemaat harus bisa bersekutu dengan Tuhan setiap hari Minggu,” ajaknya dalam sambutannya.

 

Kata Bupati, Jemaat Efata Sarmabo harus senantiasa hidup rukun dan damai dengan yang lain. Tidak boleh antara satu dengan yang lain berkelahi, marah, dan hidup saling membenci. Jika, kita hidup rukun dan damai, maka kasih dan berkat Tuhan selalu mengalir dalam kehidupan kita sehari-hari.

 

“Saya minta tidak boleh marah. Karena dalam mulut ini hanya ada dua kata, yaitu berkat atau kutuk. Kalau marah-marah tidak akan mendapat berkat. Sebaliknya, kalau selalu hidup rukun dan damai dengan yang lain, kasih dan berkat Tuhan pasti mengalir setiap saat,” tuturnya.

 

Bupati menambahkan, dengan peresmian Gereja Jemaat Efata GPDI Sarmabo ini, dirinya bersama Wakil Bupati Thomas Eppe Safanpo mengucapkan terimakasih. Atas kepercayaan yang telah diberikan.

 

“17 Februari 2017 nanti, saya dan Thom genap setahun memimpin Asmat. Untuk itu, saya berharap Jemaat Efata PGDI Sarmabo terus berdoa untuk empat tahun ke depan.  Sehingga harapan lima rumpun suku disini bisa bersama-sama mewujudkan pemekaran Kabupaten Safan,” ujarnya.

 

Sementara Pdt. Samuel, S.Th yang memimpin ibadah singkat dalam renunganya mengajak Jemaat Efata GPDI Sarmabo selalu hidup bergandengan tangan sebagaimana yang dilakukan para rasul Yesus. 

 

“Saya berharap semua orang bisa meneladani rasul-rasul Yesus, seperti Paulus yang menyatakan hidupku hanyalah bagi Tuhan dan kematian adalah keuntungan, Amen,” harapnya disambut jemaat:”Amen.” (Sapa)

Copyright © 2017 - Pemerintah Kabupaten Asmat