Informasi

Guru-guru di Asmat Diminta Sukseskan PMTAS dan Bumil

Guru-guru di Asmat Diminta Sukseskan PMTAS dan Bumil 

Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Donatos Tamot, S.Pd, M.Pd tengah  mengenakan baju batik sedang berfoto bersama guru-guru

 

ASMAT - Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, Donatos Tamot, S.Pd, M.Pd meminta seluruh guru-guru Pendidikan Usia Dini (PAUD), TK, SD, dan SMP ikut aktif mensukseskan program Pemberian Makan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS). Serta program 1000 hari pertama kehidupan manusia, yang dimulai dari Ibu Hamil (Bumil).

 

“Ini program prioritas Bupati dan Wakil Bupati untuk mempersiapkan anak-anak cerdas. Saya harap semua ikut mensuksekan dua program tersebut. Dimana PMTAS bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus). 1000 hari pertama kehidupan manusia bersumber dari APBD Kabupaten Asmat,” katanya dalam pertemuan dengan 56 guru-guru dan Kepala Sekolah, di Ruang Rapat SMPN Kamur, Jum’at (11-2) malam.

 

Dia menjelaskan, program 1000 hari pertama kehidupan manusia yang dikhususkan kepada Bumil sampai lahir hingga berumur 3 tahun, merupakan tanggungjawab Dinas Kesehatan. Tetapi, ia menyebutkan keterlibatan guru-guru sangat diharapkan, untuk ikut mensosialisasikan program tersebut kepada masyarakat, terutama kepada ibu-ibu hamil. 

 

“Kalau anak yang lahir itu sehat, maka pendidikan pun bisa berjalan baik. Karenanya, guru-guru diminta peran aktifnya untuk ikut mensosialisasikan program ini kepada bumil,”ujarnya.

 

Sementara untuk PMTAS, kata dia, program ini ujung tombak keberhasilannya adalah kepada guru-guru. Karena guru yang berperan langsung dalam pelaksanaan PMTAS ini. Karenanya, saat ini pihaknya sedang membuat petunjuk teknis (juknis) tentang pelaksanaan PMTAS.

 

“Juknis pelaksanaan PMTAS sedang dibuat. Namun kami minta saran dan masukan, untuk jadi data penunjang. Ini diperlukan, agar pada pelaksanaannya nanti tidak menemui kendala,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, namun yang jelas, untuk program PMTAS ini, setiap sekolah dianggarkan Rp25 juta per bulan. Dan dengan anggaran tersebut, anak-anak akan menikmati PMTAS itu dua kali dalam seminggu. Dimana jatah peranak sekali makan Rp25 ribu, dengan menu makan dari makanan lokal yang memiliki standar gizi tinggi.

 

“Jadi makanan untuk anak-anak di program ini bukan mi instan atau ikan kaleng. Oleh itu, dibutuhkan kerjasama semua pihak, agar program ini berjalan dengan baik. Karena program ini untuk anak-anak agar tumbuh menjadi sehat dan cerdas,” ungkapnya. (Sapa)

 

Copyright © 2017 - Pemerintah Kabupaten Asmat