Informasi

Kementerian PUPR Bangun Jalan 25 Km di Asmat

Kementerian PUPR Bangun Jalan 25 Km di Asmat

 
Elisa Kambu
 

ASMAT | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bakal membangun jalan beton sepanjang 25 kilometer di Kabupaten Asmat, tahun ini. Lokus proyek tersebut tersebar di sejumlah distrik, antara lain Agats, Fayit, Atsj dan Pantai Kasuari.

 

Bupati Asmat, Elisa Kambu, S. Sos mengatakan, Menteri PUPR, Basuki Hadimoeljono telah beberapa kali melakukan kunjungan kerja di Asmat. Kehadiran menteri dalam rangka meninjau dan memprogramkan pembangunan infrastruktur di kabupaten tersebut.

 

“Tahun ini PUPR akan membangun 25 Km jalan beton yang tersebar di beberapa titik. Tahun ini juga kementerian membangun fasilitas air bersih, sanitasi dan perumahan,” kata Elisa Kambu, Senin (23/4).

 

Dikatakan, proyek jalan beton tahun ini dilaksanakan di Distrik Agats, Atsj, Fayit dan Pantai Kasuari. Khusus di Distrik Agats, pembangunan jalan direncanakan sepanjang 12 Km, sisanya tersebar di tiga distrik lain. 

 

Pemerintah setempat berharap agar pemerintah pusat terus memberikan perhatian infrastruktur di Asmat, terutama di daerah pedalaman. 

 

“Volume kegiatan dari APBN tahun ini cukup banyak, dan itu membantu pemda untuk fokus ke distrik-distrik. Terutama infrastruktur jalan, pemukiman termasuk telekomunikasi dan listrik,” katanya.

 

Menurutnya, sebenarnya sarana transportasi yang sangat efektif di Kabupaten Asmat merupakan transportasi air. Lantaran wilayah Asmat didominasi perairan dan rawa-rawa. Pembangunan jalan beton hanya efektif dalam sebuah distrik. Sementara untuk membuka akses antar distrik dibutuhkan sarana transportasi air.

 

“Saya sudah bertemu dengan Dirjen Perhubungan Darat. Asmat ini butuh kapal. Kalau subsidi pesawat itu hanya beberapa orang yang naik, jadi kita butuh kapal ASDP yang homebasenya di Agats,” terang Elisa Kambu.

 

Rencananya, armada milik Angkutan Sungai dan Pulau (ASDP) mulai beroperasi di perairan Asmat dalam tahun ini dengan lima rute pelayaran, antara lain Distrik Atsj, Sawa Erma, Bayun, Fayit dan Suator.

 

“Kita tidak minta kapal, karena itu biaya operasionalnya tinggi. Yang kita minta ASDP yang kelola. Masyarakat memang sangat membutuhkan pelayanan transportasi air, mengingat kondisi geografis kita yang didominasi perairan,” pungkasnya.

 

Untuk diketahui, akses transportasi antar distrik dan kampung di Asmat masih sangat terbatas karena kondisi geografis Asmat yang didominasi rawa-rawa, tanah berlumpur dan perairan. Pembangunan sarana prasarana infrastruktur sebagian besar menggunakan kayu, lantaran kurangnya material bangunan seperti batu dan pasir. 

 

Sejak 2007, Pemkab Asmat dibawah kepemimpinan Bupati Yuvensius A. Biakai kala itu, mengubah jalan papan dengan konstruksi komposit. Jalan komposit pertama dibangun di depan SMP YPPK Agats. Selanjutnya dibangun di sejumlah titik lainnya.

 

Selanjutnya di 2016, Pemkab Asmat dalam kepemimpinan Elisa Kambu dan Thomas Eppe Safanpo mengubah jalan komposit dengan konstruksi beton. Perubahan konstruksi tersebut dalam rangka efisiensi anggaran.

 

“Jalan komposit yang telah dibangun mencapai 6.594 kilometer. Sementara jalan beton 11.266 kilometer, dan jalan dan jembatan kayu dengan volume 810.368 kilometer,” kata Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Asmat, Maruba, beberapa waktu lalu. (seputarpapua.com)

Copyright © 2019 - Pemerintah Kabupaten Asmat