Informasi

Melirik Pemimpin Asmat Dan Warga Sukacita di Musim Kemarau

Melirik  Pemimpin Asmat Dan Warga Sukacita di Musim Kemarau

 

 

“Proyek penampungan air hujan itu bukan hanya membuat warga Kampung Syuru, Distrik Agats, Kabupaten Asmat  akan tertawa dan bersukacita dikala musim kemarau panjang. Juga menciptakan lapangan kerja dan mendatangkan berkat dan sesuap nasi bagi warga Syuru ketika proyek itu dikerjakan. Saya salah satu buruh kasar dari sekian banyak warga yang bekerja disitu,” tutur warga Kampung Syuru Asmat, Markus. S. polos kepada Wartawan Salam Papua, di Kampung Syuru, Rabu (12/4) siang.

 

PENILAIAN yang polos, lugu dan syarat makna terhadap hasil karya Pemimpin daerah yang menyentuh sisi-sisi kemanusiaan warganya. 

 

Setidaknya, itulah yang terucap dari bibir Markus. Ia menilai berkat menguras keringat,  bekerja sebagai buruh kasar, menikmati sesuap nasi bagi keluarga,  dari kehadiran proyek bagi warga. Pemimpin daerah memang membutuhkan kepekaan, supaya warga bisa memukul Tifa mendendangkan lagu syukur menyambut senja dan bersemangat menanti fajar. 

 

“Keluarga saya sudah merasakan dan kami tidak akan bersungut lagi melainkan tertawa dan bersukacita dikala musim kemarau panjang.

 

Hasil kerja Bupati Asmat, Elisa Kambu, S.Sos dan dan Wakil Bupati, Thomas Eppe Safanpo, ST melalui Dinas Pekerjaan Umum sudah kami nikmati dan akan diarsakan lebih-lebih pada musim kemarau panjang. Proyek penampungan air hujan ini, warga Syuru tidak akan lagi mendayung perahu ke dusun-dusun sagu mencari air bersih di rawa-rawa sagu,” tuturnya polos.

 

Istilah tehnik penampungan air seperti ini disebut “Reservoir” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Asmat, Melianus Jitmau, SH didampingi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Halasson F. Sinurat, S.STP, Kabag Umum Setda Asmat, Markus Tenau, S.Sos, Kabid Humas Setda Asmat, Muh. Reza B, S.STP dan staff kepada media ini, ketika melihat dari dekat  Reservoir di Kampung Syuru, Distrik Agats, arah  Barat Daya Pusat Ibu Kota Agats, Asmat, Rabu (12/4) siang.

 

Ia menjelaskan kronologis proyek  Reservoir (penampungan air hujan) ini, Bupati Asmat dan Wakil Bupati melalui Dinas Pekerjaan Umum menjawab keluhan warga Asmat.  Dua 2015 lalu, seluruh warga Asmat mengalami kemarau panjang. Warga semua setengah mati mendapat air bersih.  Warga membuat sumur dan sumur bor tidak bisa, airnya asin.  Jadi, Reservoir ini menjawab hal tersebut dan sekaligus mengantisipasi kalau terjadi kemarau panjang. Sehingga, warga  tidak gelisah, sulit, susah dan setengah mati memenuhi  kebutuhan air bersih. Karena, dia Asmat, warga masyarakat dan para pegawai tergantung air hujan.

 

Menurutnya, proyek yang sama, 2016 lalu ada delapan unit, di delapan Distrik, diantaranya Pantai Kasuari, Agats sendiri,  Atjs,   Fayit, Suator dan Tomor  berupa  “Pah” (penampungan air hujan), agak kecil daya tampungnya. Anggaran tahun 2017 ini akan dikerjakan beberapa unit pah  di beberapa kampung, seperti di Distrik Suator dan Distrik Jouto.  Biaya bersumber dari Dana Otsus, 2016. 

 

“Program ini 2016. Dan Pa Bupati,  Pa Wakil selalu mengajak kami di setiap SKPD memang  bagaimana membuat kegiatan yang mengarah langsung kepada kebutuhan mendasar warga masyarakat. Dan bagaimana kami menterjemahkan dan mengaplikasikan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati terjawab secara kongkrit. Sehingga masyarakat merasa puas dan merasakan sebuah perubahan dalam hidup mereka.  Itu yang sedang kami kongkritkan di PU dengan proyek seperti ini,” katanya.

 

Menjawab media ini, dia menjelaskan Reservoir ini lebarnya 20 meter, panjang 25 meter dan tinggi dua meter. Perhitungan secara teknis, katanya daya tampung Reservoir dari dua meter itu dengan kondisi air tertampung 10 cm,  jika dibandingkan dengan blong ukuran 1100 diperkirakan  228 blong. Maka kalau terisi penuh, secara teknis bisa menjawab  kebutuhan air bersih untuk warga Kampung  Syuru terpenuhi selama dua bulan.  “Itu perhitungan kami secara teknis,” ujarnya.

 

Dari data yang dihimpun media ini, Reservoir itu dibangun di atas tanah berlumpur dengan sistim panjang. Lalu, landasan penampungan dan tembok keliling dianyam besi beton dengan sistim pengecoran. Sehingga tampak kokoh dan indah. Di empat persegi Reservoir dibangun menyambung bangunan beratap seng. Maka, ketika hujan turun di atas seng, tirisan air hujan tertampung dalam Reservoir sebagai penampung akhir.

 

Disamping sebelah selatan Reservoir dibangun pula sebuah rumah mungil  berestetika tinggi ala melankolis. Diperkirakan, rumah tersebut dibuat bagi petugas jaga Reservoir. (Sapa)

Copyright © 2017 - Pemerintah Kabupaten Asmat